Artikel Palsu Kerap Viral di Media Sosial, Ini Tiga Hoaks yang Beredar

Artikel Palsu Kerap Viral di Media Sosial, Ini Tiga Hoaks yang Beredar

Sejumlah hoaks berbentuk artikel palsu kembali beredar luas di media sosial. Konten menyesatkan ini muncul dalam beragam tema dan umumnya disebarkan lewat unggahan yang menampilkan tangkapan layar seolah-olah berasal dari media arus utama.

Berikut tiga contoh hoaks berbentuk artikel yang ditemukan beredar dalam beberapa waktu terakhir.

1) Hoaks artikel demo mahasiswa di Jakarta menuntut Presiden dan Wapres dimakzulkan (20 April 2026)

Sebuah unggahan di Facebook pada 22 April 2026 menampilkan tangkapan layar yang diklaim sebagai artikel dari Merdeka.com. Judul yang tercantum dalam tangkapan layar tersebut berbunyi: “Demo para Mahasiswa di Jakarta menuntut Prabowo dan Gibran segera di makzulkan dan Jokowi di nepalkan”.

Pengunggah juga menambahkan narasi: “Kata para #TERMUL Jokowi itu mantan Presiden paling terbaik, terbaik kok sampai di DEMO begini sama mantan Rakyatnya buat di NEPALKAN”. Unggahan itu menyebar sejak pertengahan pekan yang sama.

2) Hoaks artikel Netanyahu akan memberikan hadiah bagi tentara yang merusak patung Yesus Kristus

Hoaks lain beredar melalui Facebook pada 21 April 2026. Unggahan ini memuat tangkapan layar artikel dengan judul: “Netanyahu Janji Kasih Hadiah Tentara yang Rusak Patung Yesus di Lebanon”.

Konten tersebut mengklaim Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu akan memberikan hadiah kepada tentara yang merusak patung Yesus. Unggahan itu disebut beredar sejak awal pekan.

3) Hoaks artikel Jokowi menyerukan untuk menggulingkan Presiden Prabowo

Di platform X, sebuah akun mengunggah pada 6 April 2026 tangkapan layar yang diklaim berasal dari Suara.com. Judul dalam tangkapan layar itu berbunyi: “Geger! Joko Widodo Serukan ‘Gulingkan Prabowo’: Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan”.

Pengunggah menambahkan narasi: “Itu editan, ini yang bener bro”. Unggahan tersebut disebut beredar sejak pekan sebelumnya.

Ketiga contoh di atas menunjukkan pola penyebaran hoaks yang mengandalkan tampilan artikel dan judul sensasional untuk menarik perhatian. Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap unggahan yang hanya berupa tangkapan layar, terutama jika memuat klaim besar dan provokatif.