BKPSDM Subulussalam Tegaskan Surat Mutasi ASN yang Beredar di WhatsApp Adalah Palsu

BKPSDM Subulussalam Tegaskan Surat Mutasi ASN yang Beredar di WhatsApp Adalah Palsu

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Subulussalam dikejutkan oleh beredarnya surat mutasi yang tersebar melalui WhatsApp. Surat tersebut mencatut nama instansi kepegawaian daerah dan memuat instruksi koordinasi terkait penataan aparatur di sekolah-sekolah milik pemerintah setempat.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Subulussalam, Rano Sartono, memastikan surat bernomor 800/57/BKPSDM.IV/2026 itu merupakan informasi bohong atau hoaks. Ia menegaskan BKPSDM tidak pernah mengeluarkan produk hukum dengan rincian sebagaimana tercantum dalam dokumen tersebut.

Menurut Rano, terdapat kekeliruan fatal dalam surat itu, antara lain pada pencantuman pangkat dan nomor telepon seluler pejabat yang disebutkan. Pelaku menuliskan pangkat 4B, padahal pangkat pejabat yang bersangkutan saat ini sudah berada di tingkat 4C.

Selain itu, surat tersebut juga mencantumkan tanda tangan elektronik yang diklaim milik kepala badan untuk meyakinkan penerima. Namun BKPSDM Subulussalam menyatakan hingga kini belum pernah menerbitkan surat resmi menggunakan tanda tangan elektronik.

“Saya sampaikan bahwa surat tersebut palsu dan tidak benar bahwa kami yang mengeluarkan,” kata Rano Sartono, Senin, 27 April 2026.

Rano menjelaskan, modus yang digunakan pelaku adalah mengirimkan dokumen dalam format PDF melalui WhatsApp. Setelah menerima pesan, para guru diarahkan untuk menghubungi nomor telepon tertentu yang diklaim sebagai pejabat berwenang.

Ia mengimbau seluruh pegawai di lingkungan pemerintah kota untuk tidak mengindahkan isi pesan maupun surat yang beredar. ASN juga diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kepada seluruh ASN agar tidak menghiraukan surat yang dimaksud yang bukan dari kami. Untuk konfirmasi lebih lanjut silakan datang ke kantor,” ujarnya.