Informasi yang menyebut musim kemarau 2026 sebagai yang terparah dalam 30 tahun terakhir ramai beredar di media sosial, terutama Facebook, sejak pertengahan April 2026. Kabar tersebut memicu kekhawatiran, khususnya di kalangan masyarakat yang bergantung pada kondisi iklim seperti petani.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan klaim itu tidak benar. BMKG menyatakan narasi yang mengatasnamakan lembaganya—misalnya pernyataan “BMKG ingatkan kemarau tahun 2026 di Indonesia bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir”—merupakan disinformasi dan tidak berdasar.
Meski membantah istilah “terparah”, BMKG menjelaskan bahwa proyeksi musim kemarau 2026 memang menunjukkan potensi curah hujan di bawah normal. Artinya, kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir, namun hal tersebut tidak otomatis berarti menjadi kemarau paling ekstrem dalam tiga dekade.
Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Rajab, menekankan perbedaan makna antara “lebih kering dari rata-rata” dan “kemarau terparah sepanjang 30 tahun”. Menurutnya, istilah “lebih kering” merujuk pada kuantitas curah hujan yang lebih rendah, bukan penanda bahwa tingkat keparahannya melampaui kemarau ekstrem pada tahun-tahun sebelumnya.
BMKG juga membantah penggunaan istilah sensasional seperti “Kemarau Godzilla” atau “El-Nino Godzilla” dalam kajian ilmiah resminya. Istilah tersebut dinilai tidak akurat dan berpotensi menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
Untuk memberikan konteks, BMKG membandingkan proyeksi kemarau 2026 dengan sejumlah kemarau ekstrem di masa lalu. BMKG mencatat musim kemarau pada 1997, 2005, 2015, dan 2019 memiliki kondisi yang lebih kering dibandingkan proyeksi kemarau 2026. Perbandingan ini menjadi dasar bahwa kemarau 2026 tidak dapat disebut sebagai yang terparah dalam 30 tahun terakhir.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengandalkan informasi cuaca dan iklim dari kanal resmi dan terverifikasi. Dengan demikian, langkah antisipasi dan persiapan dapat dilakukan berdasarkan data yang akurat, tanpa terpengaruh narasi yang menyesatkan.

