Informasi mengenai pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan (Kesra) pada April 2026 kembali beredar di media sosial. BLT Kesra merupakan program Kementerian Sosial (Kemensos) yang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin dan rentan menghadapi tekanan ekonomi, termasuk dampak inflasi, kenaikan harga pangan, serta kondisi pasca-pandemi. Program ini disebut menyasar sekitar 19 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diperbarui secara berkala.
Dalam informasi yang beredar, pencairan BLT Kesra April 2026 disebut dilakukan melalui bank penyalur seperti BRI, BNI, dan Mandiri, atau melalui dompet digital (e-wallet) yang terintegrasi. Besaran bantuan disebut Rp300.000 per KPM untuk satu bulan, dengan penyaluran yang menjadi bagian dari 3–6 tahap dalam setahun sesuai Perpres Nomor 63 Tahun 2017 yang dapat disesuaikan.
Namun, di tengah maraknya isu hoaks terkait pencairan prematur maupun data penerima fiktif, masyarakat diimbau memverifikasi informasi melalui kanal resmi. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos, situs resmi Kemensos, atau call center 129 untuk memastikan jadwal pencairan, status penerima, serta nomor rekening yang terdaftar, sekaligus menghindari potensi penipuan.
Adapun dalam informasi yang sama disebutkan bahwa BLT Kesra dipastikan tidak cair dalam waktu dekat. Meski demikian, terdapat beberapa program bantuan sosial lain yang disebut cair pada April 2026, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua yang mulai dicairkan bertahap sejak 10 April 2026, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk periode triwulan kedua yang sedang berlangsung, serta penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) termin pertama untuk siswa SD hingga SMA oleh Kemendikdasmen.
Cara cek status penerima bansos melalui situs Kemensos
Masyarakat dapat mengecek status penerima bantuan secara mandiri melalui laman resmi Kemensos. Caranya, buka https://cekbansos.kemensos.go.id, lalu pilih wilayah penerima manfaat mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa. Setelah itu masukkan nama penerima sesuai KTP, isi 4 huruf kode yang tertera, kemudian klik tombol “CARI DATA”.
Cara cek status penerima bansos melalui aplikasi Cek Bansos
Pengecekan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store atau App Store. Setelah mengunduh aplikasi, pengguna yang belum memiliki akun dapat memilih “Buat Akun Baru” dan mengisi data diri, lalu membuat username dan password. Setelah masuk, pilih menu “Cek Bansos”, masukkan data wilayah (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa), kemudian ketik nama penerima sesuai KTP dan klik “Cari Data” untuk melihat hasil pencarian.
Dengan memanfaatkan kanal resmi tersebut, masyarakat dapat memastikan informasi yang diterima akurat dan terhindar dari klaim pencairan bantuan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

