Sebuah unggahan di media sosial X menarasikan jurnalis CNN Indonesia TV, Diana Valencia, ditahan oleh negara karena dianggap membongkar “aib negara” terkait isu keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Unggahan tersebut beredar luas dan memicu kecaman publik terhadap aparat penegak hukum.
Narasi itu diunggah akun X @ardiesuhardi321 dan, hingga Sabtu (7/3/2026), telah direpost lebih dari 12 ribu kali serta dilihat 352 ribu pengguna. Dalam unggahan tersebut, penulis menyatakan bahwa Valencia ditahan setelah menyinggung keracunan MBG di depan presiden.
CNN Indonesia TV kemudian memberikan klarifikasi bahwa kabar penangkapan atau penahanan jurnalisnya tersebut tidak benar. Melalui pernyataan di akun resmi Instagram, CNN Indonesia TV menyebut informasi yang beredar dikemas secara dramatis sehingga mudah dipercaya tanpa verifikasi.
Adapun nama Diana Valencia sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah pesan WhatsApp-nya viral di media sosial. Dalam pesan itu, ia berpamitan kepada rekan-rekan di grup wartawan istana karena kartu pers istananya dicabut, sehingga ia tidak bisa meliput di istana. Pencabutan ID khusus itu disebut terjadi setelah Valencia bersikeras menanyakan isu keracunan MBG kepada Presiden Prabowo Subianto usai lawatan dari luar negeri.
Setelah menuai kecaman, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden menyatakan akan mengembalikan ID Pers Istana untuk Diana Valencia. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, menjelaskan bahwa yang sempat diambil adalah ID khusus untuk wartawan yang bertugas di Istana, bukan identitas profesional Diana sebagai jurnalis.
Yusuf menegaskan pihak istana tidak memiliki kewenangan untuk mengambil ID profesional seorang jurnalis. Ia juga menyampaikan bahwa ID khusus istana tersebut kemudian diputuskan untuk dikembalikan kepada yang bersangkutan.

