Sebuah unggahan foto di Facebook yang menampilkan perbandingan kondisi jalan di Sukabumi dengan narasi “sebelum-sesudah” ramai diperbincangkan. Dalam gambar itu juga terdapat banner bertuliskan “Swadaya Masyarakat, DPR, Camat & Bupati Dilarang Lewat”.
Foto tersebut diunggah akun Facebook “Kalapanunggal Updates” pada 16 April 2026 dengan keterangan “Mohon Maaf Untuk PEJABAT Dilarang LEWAT”. Unggahan yang menampilkan jalan rusak dan jalan yang terlihat sudah diperbaiki itu memicu berbagai reaksi warganet.
Namun, hasil penelusuran tim Cek Fakta Sukabumiupdate.com menyatakan unggahan tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Pemerintah Kecamatan Kalapanunggal mengonfirmasi hingga saat ini belum ada pengecoran jalan seperti yang ditampilkan dalam gambar yang beredar.
Sekretaris Kecamatan Kalapanunggal, Mukhsin Badrusalam, menjelaskan lokasi yang dimaksud berada di jalur penghubung Pakuwon–Kalapanunggal–Kabandungan, tepatnya di Kampung Cirangkong, Desa Makasari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Ruas tersebut merupakan jalan kabupaten.
Meski di lokasi memang terdapat jalan berlubang, Mukhsin menegaskan belum ada kegiatan pengecoran sebagaimana terlihat pada foto yang beredar di media sosial. “Fakta di lapangan belum ada kegiatan pengecoran. Memang jalannya ada yang berlubang, tapi belum sama sekali dilakukan pengecoran seperti di medsos,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com pada Selasa (21/4/2026).
Ia juga menduga gambar yang menunjukkan kondisi jalan sudah dicor merupakan hasil rekayasa digital, termasuk kemungkinan menggunakan alat berbasis kecerdasan buatan. “Mungkin pengecoran itu di postingan editan dari AI. Yang jelas belum ada sama sekali pengerjaan pengecoran,” katanya.
Dengan demikian, klaim bahwa jalan di jalur penghubung Pakuwon–Kabandungan, khususnya di Kampung Cirangkong, Desa Makasari, sudah dicor seperti dalam unggahan tersebut dipastikan tidak benar.

