Kabar yang menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas dalam serangan Iran tidak didukung oleh sumber resmi. Hasil penelusuran menunjukkan tidak ada konfirmasi dari otoritas Israel, pemerintah Iran, maupun lembaga pemberitaan internasional yang membenarkan klaim tersebut sejak serangan yang disebut terjadi pada Sabtu (28/2/2026).
Sejumlah laporan justru menyebut Netanyahu masih tampil memberikan pernyataan terbuka. Mengutip Al Jazeera, Netanyahu mengatakan serangan terhadap Teheran akan meningkat dalam beberapa hari mendatang dengan dukungan Amerika Serikat. Ia juga menyebut serangan ke Teheran sebagai tujuan yang telah lama diimpikan.
Dalam pernyataan video, Netanyahu menegaskan Iran tidak boleh dibiarkan memperoleh senjata nuklir dan meminta warga Israel untuk “bersatu” setelah Israel dan AS melancarkan serangan. “Rezim teroris yang kejam ini tidak boleh diizinkan untuk mempersenjatai diri dengan senjata nuklir yang akan memungkinkannya mengancam seluruh umat manusia,” kata Netanyahu. Ia melanjutkan, “Bersama-sama kita akan berdiri, bersama-sama kita akan berjuang, dan bersama-sama kita akan memastikan keabadian Israel.”
Sementara itu, BBC melaporkan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei tewas dalam gelombang pertama serangan Israel ke Teheran pada Sabtu (28/3/2026). Kabar tersebut disebut diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Minggu (1/3/2026) dini hari.
Selain Khamenei, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga mengonfirmasi puluhan tokoh politik senior Iran dan pemimpin berpengaruh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) turut tewas dalam serangan gelombang pertama. Nama-nama yang disebut termasuk Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani, Menteri Pertahanan Brigjen Aziz Nasirzadeh, serta komandan IRGC Jenderal Mohammad Pakpour. IRGC kemudian menunjuk Ahmad Vahidi sebagai panglima tertinggi baru.
Hingga Senin (2/3/2026), Bulan Sabit Merah Iran mencatat sedikitnya 555 orang tewas di 130 lokasi akibat agresi militer Tel Aviv dan Washington. Disebutkan pula lebih dari 150 orang, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan terhadap sebuah sekolah di Iran selatan yang berada tidak jauh dari pangkalan IRGC.
Di tingkat internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan serangan AS dan Israel terhadap Iran telah merusak perdamaian dunia karena memicu konflik di Timur Tengah. Pelapor Khusus PBB Balakrishnan Rajagopal, seperti dilaporkan Anadolu Agency, mengatakan pada Sabtu (28/2/2026) bahwa ia menyesalkan serangan tersebut serta “keterlibatan pengecut negara-negara yang menyetujui hal ini atau tetap diam.”
“Begitu banyak orang yang tidak bersalah akan mati dan rumah-rumah orang akan hancur karena hal ini. Saat ini, AS dan Israel sedang menghancurkan perdamaian dan ketertiban dunia,” kata Rajagopal.

