Narasi di media sosial yang menuding adanya korban jiwa akibat insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bengkulu Utara ramai beredar di berbagai platform. Unggahan-unggahan tersebut membangun kesan seolah-olah peristiwa itu berkaitan langsung dengan konsumsi makanan dari program MBG.
Namun, informasi tersebut tidak benar. Kematian seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bengkulu Utara bernama Fatih disebut tidak berkaitan dengan menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giri Kencana.
Dalam keterangan yang dikutip dari akun Instagram Cek Fakta RI pada Rabu (4/3), disebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan CT scan di Rumah Sakit Bhayangkara, korban mengalami pendarahan otak. Temuan medis itu dinyatakan tidak menunjukkan adanya hubungan antara peristiwa tersebut dan konsumsi makanan program MBG.
Masyarakat diimbau untuk memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Keterangan resmi dan hasil pemeriksaan medis yang sah dapat dijadikan rujukan agar tidak terjebak dalam disinformasi maupun DFK (disinformasi, fitnah, dan kebencian).

