Sebuah unggahan di media sosial viral dengan narasi yang menyebut AC di sebuah masjid meledak saat sholat Subuh hingga menyebabkan 20 jamaah meninggal dunia. Unggahan tersebut disertai foto dan video yang menampilkan bangunan terbakar serta kerusakan parah, sehingga terlihat seolah menggambarkan kejadian yang benar-benar terjadi.
Unggahan arsip itu muncul dari akun Facebook “Kezia Marwa” pada Minggu (22/2/2026) dengan narasi: “Innalillahi, AC Masjid Meledak Saat Waktu Sholat Subuh, Sebanyak 20 Jamaah Meninggal Dunia”. Hingga Rabu (4/3/2026), unggahan tersebut tercatat memperoleh 96 tanda suka, 36 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak delapan kali.
Namun, hasil pemeriksaan fakta menyimpulkan klaim itu tidak benar. Tim pemeriksa fakta dari Mafindo melalui situs TurnBackHoax menyatakan foto yang digunakan dalam unggahan bukan berasal dari peristiwa ledakan AC di masjid.
Foto yang beredar diketahui merupakan dokumentasi kebakaran delapan ruko dan Masjid Taqarrub di Gampong Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timu. Artinya, gambar tersebut diambil dari peristiwa kebakaran yang berbeda, lalu digunakan kembali dengan narasi yang menyesatkan.
Penelusuran terhadap berbagai sumber berita juga tidak menemukan laporan kredibel mengenai ledakan AC masjid yang menewaskan 20 jamaah seperti yang diklaim dalam unggahan. Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa narasi tersebut merupakan konten salah atau menyesatkan.
Informasi yang berkaitan dengan rumah ibadah dan korban jiwa kerap memicu emosi publik sehingga cepat menyebar. Dalam banyak kasus, penyebar hoaks memanfaatkan foto kejadian lama atau dari peristiwa lain agar informasi terlihat meyakinkan. Karena itu, publik diimbau melakukan verifikasi sebelum membagikan konten serupa agar tidak memicu kepanikan maupun kesalahpahaman di masyarakat.

