Sebuah unggahan di media sosial yang beredar sejak pekan lalu mengklaim Brunei Darussalam telah memutus hubungan diplomatik dengan Israel. Klaim tersebut disertai foto Sultan Hassanal Bolkiah bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serta narasi yang menyebut keputusan itu sebagai langkah “bersejarah”.
Unggahan yang salah satunya muncul di Facebook pada 12 April 2026 itu menyatakan Brunei “secara resmi mengumumkan pemutusan seluruh hubungan yang tersisa dengan Israel” dan mengaitkannya dengan situasi di Timur Tengah serta dukungan terhadap Palestina.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak benar. Berdasarkan pengecekan pada situs resmi Kementerian Luar Negeri Brunei Darussalam (mfa.gov.bn), daftar negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan Brunei tidak mencantumkan Israel. Dalam daftar negara yang memiliki hubungan bilateral dengan Brunei, Israel juga tidak tercantum.
Penelusuran juga dilakukan pada situs Kementerian Luar Negeri Israel (www.gov.il) yang memuat daftar negara dengan hubungan diplomatik. Di sana, nama Brunei Darussalam tidak ditemukan.
Dengan demikian, klaim bahwa Brunei Darussalam memutus hubungan diplomatik dengan Israel adalah keliru. Faktanya, Brunei Darussalam memang tidak pernah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

