Cek Fakta: Klaim Jenderal Israel Ancam Jakarta Terkait Rencana Indonesia Jadi Mediator AS-Iran Disebut Hoaks

Cek Fakta: Klaim Jenderal Israel Ancam Jakarta Terkait Rencana Indonesia Jadi Mediator AS-Iran Disebut Hoaks

Sebuah unggahan di media sosial X yang menyebut seorang jenderal Israel mengecam rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran sempat viral. Dalam narasi yang beredar, akun tersebut juga menuliskan peringatan agar Indonesia tidak ikut campur, disertai klaim bahwa agen militer Israel berada di Indonesia.

Unggahan yang disebut dipublikasikan pada 1 Maret 2026 itu turut memuat ancaman bahwa Israel akan menyerang Jakarta apabila Indonesia tetap terlibat. Konten tersebut kemudian menyebar luas dan dipercaya oleh sebagian warganet.

Namun, berdasarkan penelusuran DW Indonesia, informasi itu dinyatakan tidak benar atau hoaks. DW Indonesia menyebut tidak ditemukan pejabat militer Israel dengan nama yang dicantumkan dalam unggahan tersebut, yakni Jacob Ariel Ashaabi. Identitas itu juga tidak tercatat dalam struktur Pasukan Pertahanan Israel (IDF) maupun daftar pejabat militer Israel.

Penelusuran juga dilakukan terhadap foto yang digunakan dalam unggahan. Melalui fitur Google Reverse Image, gambar tersebut mengarah pada sosok Letnan Jenderal Aviv Kohavi, bukan orang yang disebut dalam narasi viral. Foto itu diambil pada November 2021, saat Kohavi menghadiri upacara penyalaan lilin Hanukkah bersama tentara Israel di Yerusalem.

Menanggapi beredarnya narasi tersebut, pakar Hubungan Internasional Universitas Parahyangan Aknolt K Pakpahan menilai informasi semacam itu berbahaya karena dapat memicu kesalahpahaman publik terkait situasi geopolitik yang sedang berlangsung.

“Ini berbahaya karena bisa memecah masyarakat, termasuk pandangan mereka. Pertama terhadap negara-negara yang bertikai, kedua juga terhadap kredibilitas pemerintah,” kata Aknolt kepada DW.