Empat foto yang diklaim memperlihatkan pengusaha asal Sumatera Barat bernama M. Hasbi Al-Khairi menyerahkan donasi ratusan triliun rupiah kepada Iran beredar di media sosial sejak akhir Maret 2026. Unggahan tersebut tersebar di berbagai platform, antara lain Instagram, Facebook, Threads, TikTok, dan YouTube.
Dalam foto-foto itu terlihat seorang pria berjas menyerahkan tumpukan uang tunai kepada pejabat militer. Namun, terdapat sejumlah kejanggalan: wajah pria pada tiap foto tidak sama, sementara nominal donasi yang disebutkan juga bervariasi, berkisar antara Rp 512 triliun hingga Rp 548 triliun.
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan klaim tersebut tidak benar. Verifikasi dilakukan melalui pencarian gambar terbalik, penelusuran kata kunci, analisis manual, serta penggunaan alat pendeteksi konten buatan kecerdasan buatan (AI). Dari rangkaian pemeriksaan itu, foto-foto yang beredar dinyatakan sebagai gambar sintetis atau hasil rekayasa AI. Selain itu, nama M. Hasbi Al-Khairi tidak ditemukan dalam daftar pengusaha asal Indonesia.
Sejumlah indikasi visual memperkuat kesimpulan tersebut. Pada salah satu foto, misalnya, tampak dua lembar uang pecahan 500 dengan warna berbeda yang tidak menyerupai mata uang Iran (rial), rupiah, maupun dolar Amerika Serikat. Pemeriksaan menggunakan alat AI or Not memberi skor 89 persen kemungkinan gambar dibuat dengan AI, sementara Was It AI juga menyatakan gambar tersebut bersifat sintetis.
Pada foto lainnya, terdapat logo Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang bentuknya menyimpang dari versi asli. Alat AI or Not mendeteksi elemen AI sebesar 74 persen dan Was It AI menyimpulkan gambar tersebut bukan foto asli dengan tingkat keyakinan tinggi. Pola serupa juga ditemukan pada foto ketiga dan keempat, dengan skor deteksi elemen AI masing-masing 87 persen dan 100 persen, serta penilaian Was It AI yang kembali menyatakan konten tersebut merupakan produk AI.
Di sisi lain, Kedutaan Besar Iran di Indonesia memang membuka penggalangan donasi untuk menghadapi agresi militer Israel dan Amerika Serikat serta dampak perang sejak 28 Februari 2026. Namun, tidak ditemukan sumber otoritatif yang menyebut adanya pengusaha Indonesia menyumbang uang hingga ratusan triliun rupiah kepada Iran.
Nama M. Hasbi Al-Khairi juga disebut pernah muncul dalam hoaks lain terkait teknisi militer Iran, yang sebelumnya telah dinyatakan sebagai produk AI.
Berdasarkan verifikasi tersebut, klaim bahwa pengusaha Indonesia mendonasikan sekitar Rp 500 triliun kepada Iran dinyatakan keliru, dan foto-foto yang dijadikan “bukti” merupakan hasil rekayasa AI.

