Cek Fakta: Klaim Rudal dari Australia Menyerang Iran dan Berdampak ke Indonesia Dipastikan Hoaks

Cek Fakta: Klaim Rudal dari Australia Menyerang Iran dan Berdampak ke Indonesia Dipastikan Hoaks

Sebuah narasi di media sosial menyebut seorang wali kota di Iran memperingatkan bahwa perang Iran dapat berdampak ke Indonesia. Dalam unggahan tersebut, Indonesia diklaim rentan terdampak paparan radiasi dan serpihan misil karena kapal induk Australia disebut kerap mengirim roket ke arah Iran melalui jalur udara dekat Indonesia.

Klaim itu dipastikan tidak benar. Hasil penelusuran menyatakan sosok yang muncul dalam video bukanlah seorang wali kota, melainkan Hossein Salami, mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang dilaporkan telah tewas pada 13 Juni 2025.

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta melalui Asisten Dubes, Ali Pahlevani Rad, juga menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

Selain itu, klaim tentang kapal induk Australia yang mengirim roket ke Iran disebut sepenuhnya salah karena Australia diketahui tidak memiliki kapal induk.

Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, menilai klaim tersebut secara geografis sangat tidak mungkin. Jarak Australia dan Iran mencapai sekitar 10.000 kilometer, sementara rudal jarak pendek yang disebut dimiliki Australia hanya memiliki jangkauan sekitar 400 kilometer.

Dengan demikian, narasi yang menyebut adanya serangan rudal dari Australia ke Iran melalui jalur dekat Indonesia serta dampaknya bagi Indonesia merupakan hoaks.