Beragam informasi keliru kembali beredar dalam sepekan terakhir, mencakup isu cuaca, pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), perang di Timur Tengah, hingga upaya penipuan (phishing) di media sosial. Sejumlah klaim tersebut telah dibantah atau diklarifikasi oleh pihak terkait.
Berikut rangkuman penelusuran fakta yang beredar agar masyarakat tidak terjebak hoaks.
Klaim BMKG memperingatkan kemarau terparah pada 2026 tidak benar
Beredar narasi yang menyebut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan musim kemarau 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir. BMKG membantah klaim tersebut melalui akun Instagram resminya.
BMKG memang memprediksi curah hujan pada musim kemarau 2026 berada di bawah normal. Kondisi itu lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir, namun tidak dapat serta-merta diartikan sebagai “kemarau terparah”.
Tautan pendaftaran CPNS Kemenkeu terindikasi phishing
Di media sosial, beredar tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran seleksi CPNS Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk periode 10 April–27 Mei 2026. Kemenkeu membantah informasi rekrutmen tersebut melalui akun Instagramnya pada Selasa (14/4/2026) dan menyatakan belum membuka pendaftaran CPNS.
Selain itu, tautan yang beredar tidak mengarah ke situs web resmi Kemenkeu. Pengguna justru diarahkan ke laman yang meminta pengunjung memasukkan nama lengkap, asal provinsi, dan nomor Telegram. Tim Cek Fakta Kompas.com mengidentifikasi unggahan tersebut sebagai upaya phishing dengan modus pendaftaran CPNS Kemenkeu.
Konten AI menampilkan klaim soal pengawal pribadi Netanyahu
Sebuah foto menampilkan seorang perempuan berjilbab mengenakan seragam militer. Gambar itu diklaim sebagai Nada Fashkhon, pengawal pribadi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang disebut telah tewas terbunuh.

