Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan tutorial memasukkan sejumlah angka pada meteran listrik. Dalam konten tersebut diklaim bahwa dengan mengisi token senilai Rp20.000 dan memasukkan “kode” tertentu, daya listrik dapat bertahan hingga tiga bulan pemakaian.
Hasil pemeriksaan fakta menyimpulkan klaim tersebut keliru. Tidak ada kode khusus yang dapat menghasilkan layanan listrik gratis selama tiga bulan hanya dengan pengisian token Rp20.000.
Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lamongan, Jawa Timur, Selamet, menyatakan secara teknis cara yang ditampilkan dalam video tidak mungkin membuat token listrik bertahan hingga tiga bulan. “Informasi tersebut tidak benar,” kata Selamet, Selasa, 21 April 2026.
Pernyataan serupa disampaikan dosen Teknik Elektro Universitas Riau, Dr. Iswadi Hasyim Rosma. Ia menilai metode tersebut mustahil. Jika hal itu benar terjadi, menurutnya PLN akan mengalami kerugian besar. “PLN pasti akan rugi besar,” kata Iswadi.
Adapun program listrik gratis tiga bulan maupun diskon tarif 50 persen memang pernah diberlakukan pada 2020 sebagai kebijakan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat saat pandemi Covid-19. Untuk pelanggan pascabayar, keringanan diberikan melalui pemotongan tagihan rekening Mei. Sementara bagi pelanggan prabayar, token dapat diakses melalui situs www.pln.co.id atau layanan WhatsApp.
Kebijakan yang dicatat mulai berlaku pada 1 April 2020 itu menyasar 24 juta pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA) yang mendapatkan listrik gratis. PLN juga memberikan diskon 50 persen bagi 7 juta pelanggan daya 900 VA bersubsidi. Program tersebut berlaku selama tiga bulan, yakni April, Mei, dan Juni 2020.
Dengan demikian, klaim dalam video mengenai adanya kode token yang dapat membuat listrik gratis selama tiga bulan tidak sesuai fakta dan tidak didukung keterangan teknis dari pihak terkait.

