Sejumlah unggahan video di Instagram dari beberapa akun mengklaim memperlihatkan serangan rudal Iran yang menghantam Tel Aviv, Israel. Video yang beredar sejak 28 Februari 2025 itu menampilkan ledakan di area perkotaan dengan gedung-gedung bertingkat.
Dalam narasi yang menyertai unggahan, video disebut direkam dari sebuah balkon di Tel Aviv pada malam 3 Maret 2026. Keterangan unggahan juga menyebut terlihat bendera Israel di latar depan, sistem pertahanan udara mencegat rudal, serta ledakan dan asap yang diklaim sebagai dampak serangan balasan rudal balistik Iran setelah serangan gabungan Amerika Serikat–Israel terhadap Iran pada malam yang sama.
Namun, hasil verifikasi menunjukkan klaim tersebut tidak akurat. Tempo memeriksa konten melalui pengamatan visual, pencarian gambar terbalik, serta pemindaian video menggunakan alat pendeteksi akal imitasi. Kesimpulannya, meski rudal Iran memang menyerang Israel, ketiga video yang beredar bukan dokumentasi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada 2026. Dua video terdeteksi sebagai produk akal imitasi, sementara satu video lainnya merupakan rekaman peristiwa lama.
Video pertama yang memperlihatkan ledakan di dekat perairan dinilai mengandung sejumlah kejanggalan visual. Bendera Israel dalam rekaman tampak sesekali transparan dan menghilang. Selain itu, pantulan cahaya lampu pada permukaan air terlihat tidak konsisten, bahkan ada titik yang tidak menampilkan pantulan.
Pemindaian menggunakan Hive Moderation mencatat skor 96,9% bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa akal imitasi. Elemen buatan terdeteksi pada detik pertama hingga ketiga, serta detik kelima sampai kesepuluh. Aplikasi itu juga mengidentifikasi kemungkinan 41,3% elemen suara merupakan buatan mesin, serta probabilitas 97,3% bahwa video dibuat menggunakan Sora, model akal imitasi.
Video kedua memperlihatkan pemandangan dari gedung tinggi ketika petugas pemadam berupaya menjinakkan api pada sebuah bangunan. Penelusuran menunjukkan rekaman itu identik dengan peristiwa kebakaran di Tel Aviv pada 2024, yang juga pernah diunggah akun X warintel4u.
Pemeriksa fakta AFP dan Teyit dari Turki menyatakan narasi serangan rudal yang menyertai video tersebut keliru. Analisis dari sudut pengambilan gambar yang berbeda mengonfirmasi klip itu merupakan peristiwa lama yang terjadi di Jalan Corkidi, Tel Aviv.
Video ketiga menampilkan hantaman rudal ke gedung-gedung pada siang hari. Hive Moderation mendeteksi 99,9% konten tersebut sebagai produk akal imitasi, sementara Zhuque Ai Detector Assistant memberikan skor 98,76%.
Hive Moderation menemukan elemen buatan sepanjang durasi video. Hasil pemindaian juga menunjukkan probabilitas 99,7% bahwa klip itu dibuat menggunakan model akal imitasi Sora.
Dengan demikian, tiga video yang diklaim memperlihatkan ledakan rudal Iran di Tel Aviv tidak sesuai dengan narasi yang beredar: dua di antaranya terindikasi kuat merupakan video buatan akal imitasi, sedangkan satu lainnya adalah rekaman peristiwa kebakaran pada tahun 2024.

