Cek Fakta: Video Kardinal Suharyo Klaim Bantuan 35.000 Dolar untuk Umat Katolik Timor Leste Ternyata Manipulasi

Cek Fakta: Video Kardinal Suharyo Klaim Bantuan 35.000 Dolar untuk Umat Katolik Timor Leste Ternyata Manipulasi

Sebuah video yang beredar di media sosial pada April 2026 menampilkan Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo seolah-olah mengumumkan bantuan dana dari Pemerintah Indonesia untuk umat Katolik di Timor Leste. Dalam narasi yang menyertai unggahan, bantuan tersebut diklaim bernilai 35.000 dolar dan disebut akan digunakan untuk membantu masyarakat, mendukung pemulihan ekonomi, serta pembangunan gereja.

Unggahan itu juga mengarahkan warga Timor Leste yang ingin memperoleh bantuan agar menghubungi akun Facebook yang menyebarkan video tersebut.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan informasi tersebut tidak benar. Tidak ditemukan keterangan atau pengumuman resmi yang menunjukkan Kardinal Ignatius Suharyo pernah menyampaikan adanya bantuan dana Pemerintah Indonesia untuk umat Katolik di Timor Leste.

Penelusuran juga dilakukan pada laman Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Katolik Kementerian Agama. Dari pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan informasi mengenai pemberian dana bantuan sebesar 35.000 dolar untuk umat Katolik di Timor Leste.

Untuk melacak asal video, Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri sumbernya menggunakan mesin pencari Yandex. Hasilnya, ditemukan video identik yang diunggah akun TikTok Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Jakarta pada 2025.

Dalam versi asli video itu, Kardinal Ignatius Suharyo tidak membahas bantuan dana apa pun. Ia menyampaikan kajian keagamaan, sehingga narasi tentang dana bantuan untuk Timor Leste tidak sesuai dengan konteks video aslinya.

Selain itu, pemeriksaan terhadap audio pada video yang beredar dilakukan menggunakan Hive Moderation dan Truth Scan, perangkat yang dapat mendeteksi kemungkinan suara hasil rekayasa kecerdasan buatan. Hive Moderation mendeteksi suara dalam video tersebut memiliki probabilitas 97,1 persen dihasilkan oleh AI. Sementara Truth Scan mendeteksi suara sebagai AI generatif dengan probabilitas 99 persen.

Dengan temuan tersebut, video yang mengklaim Kardinal Ignatius Suharyo mengumumkan bantuan 35.000 dolar dari Pemerintah Indonesia untuk umat Katolik di Timor Leste dipastikan merupakan konten manipulasi. Audio pada video terindikasi kuat dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan, sedangkan video aslinya berisi kajian keagamaan.