Sebuah video yang beredar di Facebook dari akun bernama “berbagi bantuan” mengeklaim Anies Baswedan membagikan bantuan modal usaha pada 2026. Konten tersebut disertai narasi ajakan kepada masyarakat untuk menerima bantuan dengan syarat tertentu.
Dalam video itu, narasi disampaikan seolah-olah berasal langsung dari Anies Baswedan. Unggahan tersebut juga menyebut bantuan berasal dari dana pribadi dan telah mendapat izin dari pihak berwenang.
Berdasarkan penelusuran yang dilaporkan turnbackhoax.id, hingga Sabtu, 18 April 2026, video itu telah ditonton puluhan kali dan memicu interaksi dari pengguna Facebook. Namun, unggahan tersebut dinilai berpotensi menyesatkan karena mengatasnamakan tokoh publik.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo kemudian menganalisis konten menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation. Hasil analisis menunjukkan video tersebut memiliki probabilitas sekitar 98 persen merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Penelusuran lanjutan dilakukan dengan memasukkan kata kunci terkait klaim tersebut ke mesin pencari Google. Dari pencarian itu, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan adanya program bantuan modal usaha seperti yang diklaim dalam video.
Selain itu, tidak ada pernyataan resmi dari Anies Baswedan terkait pembagian bantuan tersebut. Ketiadaan konfirmasi ini memperkuat kesimpulan bahwa informasi yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan demikian, klaim “Anies Baswedan bagi-bagi bantuan modal usaha 2026” dalam video tersebut dikategorikan sebagai konten palsu (fabricated content). Masyarakat diimbau untuk memverifikasi informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya.

