Sebuah video yang beredar luas di media sosial memunculkan klaim bahwa seorang perempuan asal Filipina terserang rudal saat melakukan siaran langsung di Dubai. Video itu ramai diperbincangkan karena menampilkan momen ketika perempuan tersebut berbicara di depan kamera, lalu terdengar ledakan keras disertai kilatan cahaya di belakangnya.
Unggahan yang memuat klaim tersebut salah satunya muncul dari akun TikTok “Jabarekspres” pada Senin (2/3/2026). Narasi yang menyertai video mengaitkan peristiwa itu dengan memanasnya konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan di wilayah Selat Hormuz dan Arab Saudi, bahkan dispekulasikan terkait potensi perang dunia.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta TurnBackHoax menunjukkan klaim itu tidak sesuai dengan konteks kejadian sebenarnya. Penelusuran dilakukan menggunakan fitur pencarian gambar (search image) di TikTok dengan memanfaatkan potongan video yang beredar.
Dari penelusuran tersebut, ditemukan video identik yang telah diunggah oleh akun TikTok “thedisastersdude” pada April 2024. Keterangan pada unggahan itu menjelaskan rekaman tersebut bukan terjadi di Dubai, melainkan merupakan dokumentasi ledakan besar di Kota Beirut, Lebanon, pada tahun 2020.
Ledakan Beirut 2020 dikenal sebagai salah satu bencana besar di kawasan tersebut. Berdasarkan pemberitaan CNBC Indonesia, insiden itu menewaskan sedikitnya 135 orang dan melukai lebih dari 4.000 orang. Peristiwa itu terjadi akibat meledaknya amonium nitrat yang disimpan di salah satu gudang di Pelabuhan Beirut, dan dilaporkan menyebabkan kerusakan besar di berbagai wilayah kota.
Dengan demikian, video yang diklaim memperlihatkan perempuan asal Filipina terserang rudal saat live di Dubai sebenarnya merupakan rekaman lama yang tidak berkaitan dengan situasi terbaru di Timur Tengah maupun peristiwa di Dubai. Klaim dalam unggahan tersebut dinyatakan tidak sesuai dengan konteks kejadian sebenarnya.

