Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita sedang melakukan siaran langsung (live streaming) lalu terdengar ledakan besar di belakangnya kembali ramai dibicarakan di media sosial. Video tersebut disertai narasi yang menyebut perempuan asal Filipina di Dubai menjadi korban serangan rudal, di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Unggahan yang memuat klaim itu salah satunya dibagikan akun TikTok “Jabarekspres” pada Senin (02/03/2026). Dalam narasinya, video tersebut dikaitkan dengan situasi perang di kawasan Timur Tengah, bahkan memicu spekulasi warganet hingga isu Perang Dunia III.
Hingga dilakukan penelusuran, video tersebut telah ditonton lebih dari 20 juta kali, meraih ratusan ribu tanda suka, serta memicu ribuan komentar dan dibagikan ulang oleh banyak pengguna. Tingginya interaksi membuat klaim dalam unggahan itu cepat menyebar dan menimbulkan kekhawatiran.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak sesuai fakta. Tim pemeriksa fakta Mafindo melalui situs TurnBackHoax menelusuri potongan video menggunakan pencarian gambar. Hasilnya, rekaman itu bukan peristiwa di Dubai dan bukan kejadian baru.
Video tersebut diketahui merupakan rekaman lama dari ledakan besar di Beirut, Lebanon, pada 2020. Ledakan terjadi di area Pelabuhan Beirut dan disebut disebabkan oleh ammonium nitrat yang meledak di sebuah gudang penyimpanan. Peristiwa itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 135 orang dan melukai ribuan lainnya.
Dengan demikian, video yang kembali beredar itu digunakan ulang dengan narasi berbeda sehingga menimbulkan kesan seolah-olah kejadian tersebut baru terjadi di Dubai. Kesimpulan pemeriksaan menyatakan klaim “wanita Filipina terkena rudal saat live di Dubai” merupakan konteks yang salah (false context).
Kasus penggunaan ulang video lama dengan narasi baru kerap terjadi di media sosial, terutama untuk menarik perhatian dan memancing emosi publik. Karena itu, warganet diimbau memeriksa kembali konteks, waktu, dan sumber rekaman sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

