Cek Fakta: Video yang Diklaim Eksodus Warga Israel Ternyata Rekaman Kerumunan di Timor Leste Saat Kunjungan Paus Fransiskus

Cek Fakta: Video yang Diklaim Eksodus Warga Israel Ternyata Rekaman Kerumunan di Timor Leste Saat Kunjungan Paus Fransiskus

Sebuah video yang beredar di Instagram pada 16 April 2026 diklaim memperlihatkan ribuan warga Israel mengungsi setelah negosiasi Amerika Serikat dan Iran disebut gagal mencapai kesepakatan. Video berdurasi sekitar satu menit itu menampilkan kerumunan orang serta iring-iringan kendaraan di jalanan kota pada malam hari, dan disebut sebagai gambaran kepanikan pasca-runtuhnya negosiasi.

Namun, hasil pemeriksaan fakta menunjukkan klaim tersebut keliru. Verifikasi dilakukan melalui penelusuran balik gambar (reverse image search) dan perbandingan dengan pemberitaan media kredibel. Dari penelusuran itu, kerumunan dalam video ternyata terjadi di Timor Leste, bukan di Israel.

Video yang sama ditemukan dalam unggahan dengan kualitas lebih jernih pada akun Facebook Avelino Jenito Barros dan akun TikTok rey.marques, yang diunggah pada 11 September 2024. Unggahan tersebut mendokumentasikan antusiasme umat Katolik di Timor Leste saat menyambut kunjungan Paus Fransiskus pada 10 September 2024.

Petunjuk visual pada video juga menguatkan temuan tersebut. Pada menit ke-00:13, terlihat mural Paus Fransiskus di tembok sisi kanan jalan. Mural itu identik dengan foto AFP yang merekam umat Katolik saat berjalan menuju misa suci di dekat Taman Esplanade Tasitolu, Dili, pada 10 September 2024.

Pencocokan lokasi menggunakan Google Maps menunjukkan titik pengambilan gambar berada di sepanjang Jalan Raikotu Golgota, Dili, Timor Leste. Video direkam dari atas bukit di seberang mural Paus Fransiskus.

Dalam catatan pemeriksaan, Lapangan Tasitolu pada hari itu dipadati massa. Disebutkan sekitar 700 ribu umat Katolik berkumpul untuk melihat langsung Paus Fransiskus, termasuk sekitar 10 ribu orang yang datang dari Nusa Tenggara Timur, Indonesia. BBC juga menyebut misa di Dili tersebut sebagai salah satu yang terbesar selama masa kepausan Paus Fransiskus, dengan jumlah jemaat yang hadir mewakili hampir separuh populasi Timor Leste.