Sejumlah artikel palsu kembali beredar di media sosial dan sempat viral di tengah masyarakat. Tim Cek Fakta Liputan6.com mencatat setidaknya tiga unggahan yang menampilkan tangkapan layar artikel dengan judul provokatif, namun diklaim menyesatkan.
Hoaks pertama berbentuk postingan yang menyebut mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan agar Presiden Prabowo digulingkan. Unggahan ini beredar sejak pekan lalu, salah satunya muncul di platform X pada 6 April 2026. Dalam unggahan tersebut terdapat tangkapan layar artikel yang mencatut Suara.com dengan judul, “Geger! Joko Widodo Serukan ‘Gulingkan Prabowo’: Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan”. Akun pengunggah juga menambahkan narasi, “Itu editan, ini yang bener bro”.
Hoaks kedua menampilkan klaim seolah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta masyarakat mematikan kulkas dan lampu pada malam hari, dengan ancaman denda Rp 20 juta bagi yang tidak mematuhi. Postingan ini beredar sejak beberapa waktu lalu dan salah satunya diunggah di Facebook pada 5 April 2026. Unggahan tersebut memuat tangkapan layar yang mencatut Detik Finance dengan judul, “Bahlil: Rakyat Indonesia Harus Hemat Listrik Matikan Kulkas dan Lampu Malam Hari Kalau Ga Didenda 20 juta Saya Ga Main Main”. Pengunggah menambahkan narasi bernada komentar, “Ada ada ajah pejabat yang satu ini… Malam hari rakyat harus matikan listrik kulkas Lampu kalau gk di denda 20 jta sungguh fantastis sekali”.
Hoaks ketiga berupa artikel yang mengklaim Presiden Prabowo meminta polisi menutup semua masjid menjelang Lebaran karena takut terjadi radikalisme. Unggahan ini juga beredar sejak beberapa waktu lalu dan salah satunya diunggah di Facebook pada 18 Maret 2026. Dalam postingan itu terdapat tangkapan layar artikel yang mencatut Gelora News dengan judul, “Presiden Prabowo Meminta Polisi Tutup Semua Masjid Menjelang Lebaran Takut Terjadi Radikalisme”.
Rangkaian unggahan tersebut menunjukkan pola serupa, yakni penggunaan tangkapan layar artikel dengan judul sensasional yang dicatut dari nama media tertentu, lalu disebarkan kembali melalui media sosial. Tim Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim-klaim tersebut dalam artikel pemeriksaan fakta masing-masing.

