Beragam hoaks terkait LPG bersubsidi 3 kilogram (Kg) atau yang kerap disebut gas melon terus beredar di tengah masyarakat. Informasi bohong itu muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari klaim perubahan skema subsidi, isu penggantian jenis tabung, hingga kabar palsu mengenai pendaftaran pangkalan.
Penyebaran informasi yang tidak benar ini banyak memanfaatkan platform media sosial. Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau membagikan informasi yang beredar.
Berikut sejumlah hoaks terkait LPG bersubsidi 3 Kg yang telah ditelusuri dalam rubrik Cek Fakta Liputan6.com.
1. Klaim akun TikTok Pertamina Patra Niaga untuk pendaftaran pangkalan LPG bersubsidi
Beredar klaim di TikTok tentang akun yang mengatasnamakan Pertamina Patra Niaga dan menawarkan pendaftaran pangkalan LPG bersubsidi dengan mencantumkan keterangan “official” serta nomor WhatsApp untuk pendaftaran. Akun tersebut juga menampilkan sejumlah video yang berisi ajakan bergabung menjadi pangkalan LPG bersubsidi, termasuk narasi soal biaya pendaftaran.
2. Klaim tabung elpiji hijau 3 Kg ditarik dari peredaran awal puasa 2026
Sebuah unggahan Facebook pada 1 Februari 2026 memuat klaim bahwa tabung gas elpiji 3 Kg berwarna hijau “resmi ditarik dari peredaran” pada awal bulan puasa 2026. Unggahan itu juga menyebut penarikan diputuskan dalam rapat kabinet Menko Perekonomian dan pemerintah akan mengganti tabung hijau dengan beberapa warna lain. Dalam narasi unggahan, klaim tersebut disertai kalimat bernada bercanda.
3. Klaim ada pemberat pada tabung elpiji 3 Kg untuk mengurangi isi gas
Hoaks lain beredar melalui unggahan Facebook akun Om Ito pada 20 Januari 2020. Unggahan tersebut menampilkan foto tabung elpiji 3 Kg dengan tanda panah merah yang mengarah pada tiga lempeng plat di bagian atas tabung. Narasi yang menyertainya menuding adanya “pemberat” tambahan yang disebut dapat mengurangi jatah isi gas dengan beban yang sama, serta mengaitkannya dengan tabung gas “KW”.
Masyarakat disarankan untuk lebih waspada terhadap informasi seputar LPG bersubsidi yang beredar di media sosial dan memastikan kebenarannya melalui verifikasi sebelum mengambil kesimpulan maupun menyebarkannya.

