Sejumlah informasi keliru atau hoaks terkait musim kemarau beberapa kali beredar di masyarakat. Konten semacam ini umumnya menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Berikut dua contoh hoaks terkait musim kemarau yang sempat beredar:
1. Klaim BMKG menyebut 2026 akan menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir
Sebuah postingan di media sosial mengklaim bahwa BMKG memperingatkan musim kemarau tahun 2026 di Indonesia akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir. Salah satu unggahan yang memuat narasi tersebut ditemukan di Facebook dan diposting pada 13 April 2026. Dalam unggahan itu tertulis, “BMKG Ingatkan kemarau tahun 2026 di Indonesia bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir,” disertai tambahan komentar yang mengajak petani bersiap mencari alternatif metode bertani yang tahan panas dan kemarau.
2. Klaim Anies Baswedan menyebut solusi banjir tinggal menunggu musim kemarau
Hoaks lain yang beredar menampilkan foto Anies Baswedan dengan narasi, “Solusi Banjir Itu Mudah Tinggal Tunggu Musim Kemarau.” Unggahan tersebut juga ditemukan beredar di Facebook, salah satunya diposting pada 9 Februari 2024, disertai komentar “Semoga banjire cepet surut.”
Deretan contoh di atas menunjukkan bagaimana isu musim kemarau kerap dijadikan bahan narasi menyesatkan. Masyarakat diimbau lebih cermat memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kembali.

