Daftar Hoaks yang Mencatut Kementerian dan Lembaga Negara: CPNS Kemenkeu, Hibah Kemenag, hingga Klaim Kemarau Terparah BMKG

Daftar Hoaks yang Mencatut Kementerian dan Lembaga Negara: CPNS Kemenkeu, Hibah Kemenag, hingga Klaim Kemarau Terparah BMKG

Penyebaran hoaks yang mencatut nama kementerian dan lembaga negara di Indonesia kian marak. Informasi palsu semacam ini disebut tidak hanya berpotensi merugikan masyarakat secara finansial, tetapi juga dapat mengikis kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

Hoaks kerap memanfaatkan isu sensitif atau program yang banyak diminati, seperti bantuan keuangan dan program sosial, untuk menarik perhatian. Modus penyebarannya beragam, mulai dari pesan berantai, unggahan di media sosial, hingga video deep fake yang tampak meyakinkan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memastikan informasi melalui sumber resmi.

Berikut sejumlah hoaks yang teridentifikasi mencatut kementerian dan lembaga negara.

1) Klaim tautan pendaftaran CPNS Kementerian Keuangan 2026

Sebuah unggahan di TikTok pada 13 April 2026 memuat klaim bahwa pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 2026 telah resmi dibuka. Unggahan tersebut menyertakan ajakan mendaftar melalui tautan yang dicantumkan pada bio profil.

Dalam unggahan itu, terdapat narasi persyaratan pendaftar, rentang waktu pendaftaran yang disebut berlangsung pada 10 April–27 Mei 2026, serta klaim bahwa proses pendaftaran tidak dipungut biaya. Pada bagian bio, akun tersebut menampilkan tautan “lerfth.it.com/daftar2” sebagai akses pendaftaran.

2) Video Dirjen Bimas Islam Kemenag disebut mengumumkan hibah Arab Saudi untuk 500 orang

Hoaks lain beredar melalui Facebook pada 4 April 2026. Unggahan tersebut mengklaim Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Abu Rokhmad menyampaikan adanya bantuan dana hibah dari pemerintah Arab Saudi untuk 500 penerima.

Postingan itu disertai video yang menampilkan cuplikan pemberitaan Kompas TV, dengan narasi ajakan agar masyarakat segera mendaftar sebelum bantuan ditutup untuk periode 2026. Unggahan juga menyediakan menu kirim pesan sebagai bagian dari ajakan pendaftaran.

3) Klaim BMKG menyebut 2026 akan menjadi musim kemarau terparah dalam 30 tahun

Di media sosial Facebook, beredar pula unggahan pada 13 April 2026 yang menyatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa kemarau tahun 2026 di Indonesia bakal menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir.

Unggahan itu disertai komentar tambahan yang menyinggung kesiapan petani menghadapi kemungkinan kemarau panjang dan panas ekstrem.

Masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial, terutama yang mengatasnamakan lembaga resmi, dan selalu memeriksa kebenarannya melalui kanal informasi terpercaya.