Informasi mengenai pendaftaran petugas haji kembali menjadi sasaran hoaks yang beredar di media sosial. Sejumlah unggahan menampilkan klaim pembukaan rekrutmen petugas haji untuk 2025/2026 hingga 2026, lengkap dengan tautan yang mengarahkan pengguna ke halaman tertentu.
Dalam beberapa kasus, tautan yang dibagikan mengarah ke situs berisi formulir digital yang meminta data pribadi, seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram. Klaim-klaim tersebut telah diverifikasi dan dinyatakan tidak benar.
Berikut rangkuman beberapa hoaks pendaftaran petugas haji yang beredar di media sosial:
1. Klaim tautan pendaftaran petugas haji 2026 atas nama “Kementerian Haji Indonesia”
Sebuah unggahan di Facebook pada 13 April 2026 memuat klaim pendaftaran petugas haji tahun 2026/1447 H. Unggahan itu mencantumkan sejumlah persyaratan umum dan menyertakan tautan https://hx1.segera-daftar.click disertai menu pendaftaran.
Saat menu tersebut diklik, pengguna diarahkan ke halaman situs yang menampilkan formulir dan meminta data pribadi, antara lain nama lengkap sesuai KTP serta nomor Telegram. Klaim ini dinyatakan tidak benar.
2. Klaim link pendaftaran pegawai haji 2026 dari BPKH
Hoaks lain beredar melalui TikTok pada 25 Desember 2025. Unggahan tersebut mengklaim adanya “lowongan kerja petugas haji 2026” dengan narasi gaji 5–10 juta per bulan, pendaftaran gratis, sesuai domisili, serta menyebut tautan pendaftaran ada di bio.
Unggahan juga menampilkan poster bertuliskan “BPKH umumkan rekrutmen pegawai haji tahun 2026” dan menegaskan tidak ada pungutan biaya. Tautan pada bio, https://necafth.it.com/pendaftaran-haji, mengarah ke situs berisi formulir digital yang meminta data pribadi seperti nama dan nomor Telegram. Klaim ini dinyatakan tidak benar.
3. Klaim tautan pendaftaran lowongan kerja petugas haji 2025/2026
Unggahan di Facebook pada 23 September 2025 menyebarkan klaim pendaftaran petugas penyelenggara ibadah haji periode 2025/2026M (1447H). Postingan itu memuat daftar posisi, antara lain perawat/ners, dokter dan ketua kloter, perlindungan jemaah, transportasi, akomodasi, konsumsi, layanan lansia dan disabilitas, hingga penanganan krisis jemaah.
Postingan tersebut juga mencantumkan syarat pendaftaran dan menyertakan tautan pendaftaran. Ketika menu daftar diklik, pengguna diarahkan ke halaman formulir digital yang meminta nama lengkap dan nomor Telegram aktif. Klaim ini dinyatakan tidak benar.
Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap tautan pendaftaran yang beredar di media sosial, terutama yang meminta data pribadi melalui formulir di situs yang tidak jelas. Jika menemukan informasi serupa, pengguna disarankan memeriksa kebenarannya terlebih dahulu sebelum mengisi data atau membagikan ulang.

