Sejumlah informasi bohong atau hoaks terkait aksi demonstrasi kembali beredar dan viral di masyarakat. Berbagai klaim tersebut perlu diluruskan agar tidak memicu kebingungan maupun keresahan publik.
Dalam rangkaian penelusuran yang dirangkum dari beberapa materi pemeriksaan fakta, terdapat sedikitnya tiga hoaks yang beredar dengan tema aksi demo, baik yang dikaitkan dengan peristiwa di dalam negeri maupun di luar negeri.
1. Klaim artikel demo mahasiswa di Jakarta menuntut pemakzulan pada 20 April 2026
Salah satu hoaks yang beredar berupa tangkapan layar artikel yang diklaim memuat demonstrasi mahasiswa di Jakarta dengan tuntutan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dimakzulkan pada 20 April 2026.
Unggahan itu beredar sejak pertengahan pekan dan salah satunya ditemukan di Facebook, diposting pada 22 April 2026. Dalam unggahan tersebut terdapat tangkapan layar yang menyerupai artikel Merdeka.com berjudul “Demo para Mahasiswa di Jakarta menuntut Prabowo dan Gibran segera di makzulkan dan Jokowi di nepalkan”, disertai narasi tambahan dari pengunggah.
2. Klaim video warga Dubai demo menuntut pengusiran pangkalan militer AS
Hoaks berikutnya berupa video yang diklaim memperlihatkan masyarakat Dubai, Uni Emirat Arab, turun ke jalan untuk berdemonstrasi menuntut pengusiran pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dari Arab.
Klaim tersebut ditemukan dalam unggahan akun Instagram pada 30 Maret 2026. Video menampilkan bangunan bertingkat dan jalan yang dipenuhi kerumunan, disertai tulisan dan keterangan yang menyebut adanya demonstrasi besar-besaran terhadap “Raja Arab” terkait pangkalan militer AS.
3. Klaim video penampakan Mako Brimob dibakar massa setelah demo ricuh
Selain itu, beredar pula video yang diklaim sebagai penampakan Markas Komando (Mako) Brimob yang dibakar massa setelah demonstrasi berlangsung ricuh.
Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 4 September 2025. Dalam video tampak halaman bangunan bertingkat dengan berbagai benda berserakan, sejumlah orang berdiri, serta kendaraan yang terlihat rusak dan sebagian hangus terbakar. Terlihat pula kaca gedung pecah dan tulisan “POLRES METRO JAKARTA TIMUR” pada dinding, dengan keterangan unggahan yang menyebut “Demonstran ricuh mako brimob di bakar massa” disertai sejumlah tagar.
Rangkaian klaim semacam ini menunjukkan bagaimana isu demonstrasi kerap dijadikan bahan disinformasi. Masyarakat diimbau lebih cermat memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, terutama ketika konten disertai narasi provokatif atau potongan video dan tangkapan layar yang belum jelas konteksnya.

