Enam Hoaks Sepekan Beredar di Medsos: Dari Isu Kas Masjid hingga Tautan Rekrutmen Palsu

Enam Hoaks Sepekan Beredar di Medsos: Dari Isu Kas Masjid hingga Tautan Rekrutmen Palsu

Penyebaran hoaks masih menjadi tantangan serius di tengah derasnya arus informasi digital. Klaim palsu yang beredar di media sosial dan aplikasi percakapan kerap memicu keresahan, kebingungan, bahkan berpotensi merugikan masyarakat melalui penipuan. Karena itu, verifikasi informasi menjadi langkah penting untuk menjaga literasi digital publik.

Dalam sepekan terakhir, sejumlah klaim yang dinilai menyesatkan kembali ramai dibicarakan. Isinya beragam, mulai dari isu yang mencatut nama tokoh hingga informasi terkait geopolitik. Tim Cek Fakta Liputan6.com menelusuri sejumlah unggahan yang viral dan menemukan setidaknya enam hoaks yang beredar.

1. Klaim pemerintah akan membentuk dan mengelola kas masjid
Sebuah unggahan di Facebook pada 21 April 2026 menampilkan foto Menteri Agama Nasaruddin Umar disertai narasi “pembentukan rekening kas masjid yang nanti akan dikelola oleh pemerintah”. Unggahan itu memantik respons warganet karena menarasikan seolah pemerintah akan mengatur urusan kas masjid.

2. Tangkapan layar artikel demo mahasiswa di Jakarta menuntut presiden dan wapres dimakzulkan
Unggahan Facebook pada 22 April 2026 menampilkan tangkapan layar yang diklaim sebagai artikel Merdeka.com berjudul “Demo para Mahasiswa di Jakarta menuntut Prabowo dan Gibran segera di makzulkan dan Jokowi di nepalkan”. Klaim tersebut menyebut peristiwa terjadi pada 20 April 2026.

3. Tautan pendaftaran bantuan bibit ayam, ikan, kambing, dan sapi
Sebuah unggahan Facebook pada 22 April 2026 menyebarkan klaim “Program Pemerintah Tahun Anggaran 2026” berupa bantuan bibit ternak, pakan, imunisasi, pelatihan, hingga modal usaha dengan kuota nasional 5.000 peserta. Unggahan menyertakan tombol “daftar” yang mengarah ke situs berisi formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama sesuai KTP serta nomor Telegram.

4. Klaim artikel Netanyahu akan memberi hadiah bagi tentara yang merusak patung Yesus
Unggahan Facebook pada 21 April 2026 memuat tangkapan layar artikel berjudul “Netanyahu Janji Kasih Hadiah Tentara yang Rusak Patung Yesus di Lebanon”. Klaim ini beredar luas di media sosial.

5. Tautan pendaftaran rekrutmen petugas Sensus Ekonomi Nasional 2026 dari BPS
Unggahan Facebook sejak 18 April 2026 mengklaim Badan Pusat Statistik (BPS) membuka rekrutmen 190 ribu petugas untuk Sensus Ekonomi Nasional 2026. Unggahan menyertakan poster dan ajakan mendaftar melalui tautan. Saat diklik, tautan mengarah ke situs tertentu yang meminta identitas, termasuk nama dan nomor Telegram.

6. Klaim Brunei Darussalam memutus hubungan diplomatik dengan Israel
Unggahan Facebook pada 12 April 2026 menampilkan foto Sultan Hassanal Bolkiah bersama PM Israel Benyamin Netanyahu disertai narasi bahwa Brunei “resmi putuskan semua hubungan dengan Israel”. Dalam narasinya, klaim itu menyebut keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Rangkaian klaim di atas menunjukkan hoaks dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari narasi yang mencatut tokoh, tangkapan layar artikel, hingga tautan pendaftaran yang meminta data pribadi. Masyarakat diimbau lebih waspada, terutama terhadap tautan yang mengarahkan ke formulir dan meminta informasi sensitif, serta membiasakan memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.