Penyebaran hoaks masih menjadi tantangan di tengah derasnya arus informasi digital. Informasi yang tidak benar kerap memicu kebingungan, keresahan, dan bahkan dapat merugikan masyarakat, terutama ketika dikaitkan dengan isu sensitif atau disertai tautan yang meminta data pribadi.
Dalam sepekan terakhir, Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan mengklarifikasi enam informasi yang beredar luas di media sosial serta aplikasi percakapan. Ragam hoaks tersebut mencakup klaim politik internasional hingga tautan pendaftaran yang mengatasnamakan perusahaan dan program bantuan.
1. Klaim Donald Trump mengundurkan diri pada 1 April
Salah satu informasi yang beredar pada 1 April 2026 menyebut Donald Trump mengundurkan diri dari jabatan Presiden Amerika Serikat. Narasi yang beredar menyatakan Trump akan mengumumkan pengunduran dirinya dalam konferensi pers darurat pada pukul 9 malam, serta menyebut JD Vance akan menggantikannya.
2. Tautan pendaftaran lowongan kerja BUMN di Pertamina
Hoaks lain beredar melalui unggahan Facebook pada 5 April 2026 yang mengklaim adanya link pendaftaran lowongan kerja BUMN di PT Pertamina (Persero). Unggahan tersebut mengarahkan warganet untuk mengklik tautan yang kemudian membuka halaman berisi permintaan identitas, seperti nama sesuai KTP, alamat lengkap, jenis kelamin, dan nomor telepon.
3. Klaim dana bantuan DAP dari China untuk umat Hindu di Indonesia
Sebuah unggahan TikTok pada 30 Maret 2026 menyebarkan klaim pendaftaran dana bantuan Direct Aid Program (DAP) dari China untuk umat Hindu di Indonesia. Dalam narasinya disebutkan nominal bantuan mulai dari Rp150 juta hingga Rp2 miliar, dengan pembagian 70% untuk modal pribadi dan 30% untuk pembangunan pura atau kegiatan umat. Pengunggah juga mengarahkan warganet untuk menghubungi kontak yang disebut berada di bio profil.
4. Akun TikTok mengatasnamakan Pertamina Patra Niaga untuk pendaftaran pangkalan LPG bersubsidi
Di TikTok, beredar klaim akun yang mengatasnamakan Pertamina Patra Niaga dan menawarkan pendaftaran pangkalan LPG bersubsidi. Akun tersebut menampilkan keterangan seolah resmi, mencantumkan nomor WhatsApp untuk pendaftaran, serta memuat video yang menawarkan peluang bergabung menjadi pangkalan LPG bersubsidi dan meminta biaya pendaftaran.
5. Klaim Menlu Iran menyebut Presiden Prabowo sebagai pecundang
Tim Cek Fakta juga menemukan unggahan yang menarasikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Presiden Prabowo sebagai pecundang. Konten itu salah satunya beredar melalui Facebook pada 10 April 2026, disertai tangkapan layar yang menyerupai siaran TV One News dan memuat kalimat bernada provokatif.
6. Tautan pendaftaran lowongan kerja Freeport Indonesia
Hoaks berikutnya terkait tautan pendaftaran lowongan kerja PT Freeport Indonesia yang diunggah akun Facebook pada 10 April 2026. Unggahan itu menyebut lowongan terbuka untuk lulusan SMA/SMK, D3, dan S1, serta mencantumkan rentang gaji Rp12.000.000 hingga Rp32.000.000. Tautan pendaftaran mengarah ke halaman dengan formulir digital yang meminta data pribadi, seperti nama lengkap, provinsi, dan identitas lainnya.
Rangkaian hoaks tersebut menunjukkan pola yang berulang, terutama pada konten yang mengarahkan pengguna ke tautan tertentu atau meminta data pribadi. Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap informasi viral, terutama yang mencatut nama lembaga atau perusahaan, menawarkan bantuan dengan nominal besar, atau menjanjikan lowongan kerja dengan prosedur tidak jelas.

