Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Evita Nursanty, meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang dan tata kelola kawasan industri menyusul kebakaran gudang bahan kimia di Tangerang, Banten.
Evita menilai lokasi gudang yang berada dekat permukiman warga menunjukkan perlunya pembenahan dalam pengaturan tata ruang. Ia mendorong penataan kawasan dilakukan lebih ketat agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat sekitar.
“Menurut saya ini momentum bagi Pemerintah Kota Tangerang untuk melakukan evaluasi terhadap tata ruang dan tata kelola kawasan industri. Apalagi pencemaran juga terjadi di Sungai Cisadane, sementara lokasi gudang ini dekat dengan permukiman,” kata Evita dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Evita menambahkan, dampak kebakaran tersebut dinilai tidak hanya dirasakan warga di sekitar lokasi kejadian, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kawasan industri yang berdekatan dengan pusat kegiatan ekonomi masyarakat, seperti UMKM dan pariwisata, dapat menimbulkan dampak luas ketika terjadi insiden.
“Tadi saya memberi masukan kepada Pak Wakil Wali Kota, kawasan industri dan kawasan pariwisata seharusnya tidak digabung dalam satu wilayah. Ketika terjadi kebakaran seperti ini, dampaknya tidak hanya dirasakan warga sekitar tetapi juga sentra UMKM dan pariwisata,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memanfaatkan kejadian ini sebagai momentum untuk melakukan penataan kawasan secara lebih baik. Dengan pengaturan yang tepat, kawasan industri, permukiman, dan pariwisata dapat dikelola secara terpisah sehingga lebih aman bagi masyarakat.
Evita juga menekankan pentingnya penataan tata ruang yang jelas untuk mencegah risiko bencana serta meminimalkan dampak lingkungan di masa mendatang.

