Fenomena hujan meteor kerap menarik perhatian publik karena menghadirkan kilatan cahaya yang melintas di langit malam. Namun, di tengah antusiasme tersebut, beredar pula berbagai hoaks dan mitos yang menyesatkan, terutama melalui media sosial.
Informasi keliru seputar hujan meteor dapat menyebar luas dan memicu kekhawatiran yang tidak berdasar. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk membedakan fakta ilmiah dari narasi yang tidak didukung data dan penelitian, agar disinformasi tidak terus berulang setiap kali fenomena ini terjadi.
Sejumlah klaim terkait hujan meteor telah ditelusuri dalam rubrik pemeriksaan fakta Liputan6.com. Penelusuran ini bertujuan membantu publik menikmati fenomena alam tersebut dengan informasi yang akurat, tanpa terbawa isu yang tidak memiliki dasar.
Berikut beberapa contoh hoaks terkait fenomena hujan meteor yang sempat beredar.
Klaim meteor jatuh di Tol Ciperna, Cirebon
Sebuah unggahan di Facebook pada 6 Oktober 2025 memuat klaim “meteor jatuh di Tol Ciperna Cirebon, Jawa Barat”. Konten tersebut berupa video reels yang menampilkan benda terang berbentuk bulat di tengah latar gelap. Dalam video juga tercantum tulisan: “Astaghfirullo Kejadian Malam ini!! Meteor Jatuh di Tol Ciperna Cirebon JABAR”, disertai keterangan unggahan yang menyebut peristiwa itu terjadi “malam ini”.
Video yang diklaim meteor jatuh di Laut Baltik
Video lain beredar di media sosial dan diklaim memperlihatkan meteor jatuh di Laut Baltik. Video berdurasi 8 detik itu disebarkan salah satu akun Facebook pada 8 Desember 2022. Rekaman menampilkan suasana di tepi pantai, lalu muncul objek dari balik awan yang disebut meteor dan terlihat menghantam lautan. Unggahan tersebut disertai narasi “Meteor hits Baltc Sea..” dan tercatat telah ditonton puluhan kali serta memicu komentar warganet.
Hujan batu di Purwakarta yang disebut serpihan meteor
Pada 14 Oktober 2019, sebuah laman bernama Postingan people +62 mengunggah video peristiwa hujan batu yang disebut terjadi di Purwakarta, Jawa Barat. Video menunjukkan bongkahan batu berukuran kecil hingga besar, dengan sejumlah rumah tampak rusak. Narasi unggahan menyebut kejadian itu sebagai “hujan batu sebesar rumah” dan menduga sebagai “serpihan meteor yang menuju bumi”, disertai ajakan berdoa. Video tersebut sempat ditonton belasan ribu kali dan dibagikan ratusan kali.
Rangkaian klaim di atas menunjukkan bagaimana fenomena alam seperti hujan meteor dapat dengan cepat dikaitkan dengan berbagai narasi yang belum tentu benar. Masyarakat diimbau untuk merujuk informasi berbasis data dan penelusuran sebelum mempercayai atau menyebarkan klaim yang beredar di media sosial.

