Gerindra Surabaya Dorong Konsolidasi Pascaleberan dan Tekankan Edukasi Politik serta Efisiensi Layanan Publik

Gerindra Surabaya Dorong Konsolidasi Pascaleberan dan Tekankan Edukasi Politik serta Efisiensi Layanan Publik

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Surabaya memanfaatkan momentum pasca Idul Fitri 2026 untuk memperkuat konsolidasi internal. Pertemuan yang melibatkan pengurus harian, pengurus anak cabang (PAC), hingga fraksi tersebut diarahkan untuk memastikan stabilitas politik serta mengoptimalkan peran kader di tengah masyarakat.

Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, menegaskan tugas kader partai tidak berhenti pada proses suksesi kepemimpinan. Ia menilai menjaga kondusivitas dan membangun optimisme masyarakat terhadap program pemerintah menjadi hal yang lebih krusial.

“Kita sebagai kader partai tidak hanya memiliki tugas mencetak pemimpin baru dalam setiap pesta demokrasi, tetapi kita juga punya fungsi sebagai insan yang memberikan pendidikan politik,” ujar Cahyo, Senin (30/3/2026).

Menurut Cahyo, pendidikan politik yang dimaksud adalah penyampaian informasi yang akuntabel mengenai kebijakan pemerintah pusat maupun daerah. Dengan begitu, masyarakat dapat memahami kehadiran negara secara nyata melalui program-program yang dijalankan.

Memasuki triwulan pertama 2026, Cahyo menyampaikan catatan positif terhadap kinerja kader. Ia menilai terdapat kolaborasi yang baik antara pengurus senior yang berpengalaman dan kader muda yang dinilai memiliki energi. Kombinasi tersebut, kata dia, dibangun untuk saling menutupi kekurangan dalam menjalankan tugas kerakyatan.

Ia menyebut fokus utama saat ini adalah memastikan program strategis dari Presiden hingga pemerintah kota tersampaikan dengan baik kepada warga. Cahyo juga menekankan peran legislatif dalam mengawasi pelaksanaan program agar berjalan konsisten dan memberi dampak.

“Bagaimana masyarakat bisa terbangun optimisme tentang kehadiran negara kalau mereka belum tahu program strategis pemerintah itu sendiri? Ketika masyarakat sudah tahu, tugas kami di legislatif adalah mengawasi jalannya program agar konsisten dan berdampak,” katanya.

Selain membahas urusan kepartaian, Cahyo yang juga berkecimpung di legislatif menanggapi isu efisiensi bahan bakar minyak (BBM) dan wacana work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Ia berpendapat efisiensi energi yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui penguatan transportasi publik yang terintegrasi.

Ia mencontohkan negara maju yang memiliki tatanan kota yang rigid sehingga transportasi publik menjadi pilihan utama dibanding kendaraan pribadi. Namun, Cahyo juga menyoroti adanya tantangan fiskal yang berbeda-beda di setiap kabupaten/kota di Jawa Timur.