Informasi bohong atau hoaks terkait dana bantuan hibah dari luar negeri kembali beredar di media sosial. Kali ini, muncul klaim yang menyebut adanya bantuan dari China untuk umat Hindu di Indonesia.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Hindu Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap hoaks yang beredar di berbagai platform, terutama yang mengatasnamakan pejabat di lingkungan Kemenag.
Sejumlah klaim yang beredar menunjukkan pola serupa: menawarkan dana dalam jumlah besar, mencantumkan ajakan segera mendaftar karena kuota terbatas, serta mengarahkan warganet untuk menghubungi kontak tertentu atau menggunakan fitur kirim pesan.
Salah satu klaim yang beredar menyebut adanya tautan pendaftaran program bantuan Direct Aid Program (DAP) dari China untuk umat Hindu di Indonesia. Informasi ini diunggah melalui akun TikTok pada 30 Maret 2026. Dalam unggahan tersebut, disebutkan nominal bantuan mulai dari Rp150 juta hingga Rp2 miliar, dengan tujuan antara lain membantu modal usaha pribadi serta mendukung pembangunan pura dan kegiatan umat. Pengunggah juga mengarahkan warganet yang bertanya di kolom komentar untuk menghubungi penanggung jawab yang kontaknya tercantum di bio profil.
Selain itu, beredar pula klaim tautan pendaftaran bantuan dana DAP dari Australia untuk umat Kristen dan pembangunan gereja. Konten ini diunggah melalui akun Facebook pada 12 Maret 2026. Unggahan tersebut menyebut bantuan Rp150 juta hingga Rp2 miliar dan mengklaim program ditujukan untuk menunjang operasional masyarakat nonmuslim dan gereja, termasuk pengembangan serta manajemen administrasi operasional. Postingan itu turut memuat video wawancara presenter dengan seorang pendeta, menampilkan logo Liputan6, serta menyediakan tautan atau menu kirim pesan.
Hoaks serupa juga menyasar umat Muslim. Sebuah unggahan Facebook pada 4 April 2026 menampilkan klaim video yang menyebut Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menyampaikan adanya bantuan dana hibah dari Arab Saudi untuk 500 penerima. Unggahan itu disertai ajakan agar masyarakat segera mendaftar sebelum program ditutup, serta menyertakan video berita yang disebut berasal dari Kompas TV dengan narasi yang mengarahkan pemirsa untuk melakukan pendaftaran. Dalam postingan tersebut juga terdapat menu kirim pesan.
Rangkaian klaim ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan saat menerima informasi terkait bantuan dana, terutama yang mencatut nama institusi pemerintah, tokoh agama, atau media. Masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru mengikuti tautan atau menghubungi kontak yang dicantumkan dalam unggahan semacam itu.

