Hoaks Bantuan Ternak dari Pemerintah Marak di Medsos, Waspadai Tautan yang Minta Data Pribadi

Hoaks Bantuan Ternak dari Pemerintah Marak di Medsos, Waspadai Tautan yang Minta Data Pribadi

Informasi bohong atau hoaks terkait cara mendapatkan bantuan hewan ternak dari pemerintah kembali marak beredar di media sosial. Modus yang kerap digunakan adalah menyertakan tautan pendaftaran bantuan ternak, mulai dari ayam, ikan, kambing/domba hingga sapi.

Tautan yang dicantumkan dalam unggahan tersebut bukan berasal dari sumber resmi. Saat diklik, pengguna diarahkan ke halaman tertentu yang meminta data pribadi, seperti nama lengkap hingga nomor telepon atau akun Telegram.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Pertanian (Kementan) mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan dan hoaks yang mengatasnamakan instansi pemerintah.

Berikut deretan klaim hoaks yang beredar mengenai bantuan ternak dari pemerintah.

1. Klaim tautan pendaftaran bantuan bibit ayam, ikan, kambing, dan sapi

Sebuah unggahan Facebook pada 22 April 2026 memuat klaim pendaftaran bantuan ternak dengan kuota nasional 5.000 peserta. Dalam unggahan itu disebutkan fasilitas bantuan berupa ternak ayam, ikan, kambing/domba, sapi, pakan ternak, imunisasi dan pelatihan beternak, serta modal usaha. Unggahan juga menyebut pendaftaran gratis dan tidak dipungut biaya.

Unggahan tersebut disertai tombol “daftar” yang mengarah ke situs berisi formulir digital. Formulir itu meminta data pribadi, antara lain nama sesuai KTP dan nomor Telegram.

2. Klaim tautan pendaftaran bantuan budidaya ikan air tawar gratis

Hoaks lain beredar melalui unggahan Facebook pada 5 April 2026 yang mengatasnamakan “Program Dinas Perikanan Tahun Anggaran 2026”. Unggahan tersebut mengklaim adanya bantuan budidaya ikan air tawar gratis, terbuka untuk masyarakat umum atau kelompok budidaya, serta meminta pengguna mengklik tautan pendaftaran karena kuota disebut terbatas.

Unggahan juga menampilkan tautan yang jika diakses mengarah ke situs tertentu. Di dalamnya terdapat permintaan identitas, seperti nama dan nomor Telegram.

3. Klaim tautan pendaftaran bantuan bibit ayam periode 21 Februari–30 April 2026

Unggahan Facebook pada 1 Maret 2026 turut menyebarkan klaim pendaftaran bantuan bibit ayam untuk periode 21 Februari hingga 30 April 2026. Dalam klaim itu dicantumkan kuota nasional 5.000 peserta dan fasilitas berupa DOC (day old chick), pakan ternak, imunisasi dan pelatihan beternak, serta modal usaha.

Unggahan tersebut juga menyertakan tombol “daftar” yang mengarah ke situs tertentu. Situs itu meminta sejumlah data identitas, termasuk nama dan nomor Telegram.

Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap unggahan yang menawarkan bantuan pemerintah melalui tautan tidak resmi, terutama jika meminta data pribadi. KKP dan Kementan meminta publik meningkatkan kewaspadaan terhadap hoaks dan penipuan yang mencatut nama instansi pemerintah.