Hoaks Pendaftaran Mudik Gratis 2026 Marak di Media Sosial, Waspadai Tautan Palsu

Hoaks Pendaftaran Mudik Gratis 2026 Marak di Media Sosial, Waspadai Tautan Palsu

Menjelang Hari Raya Idulfitri, program mudik gratis kembali menjadi fasilitas yang dinanti masyarakat. Tingginya antusiasme untuk pulang kampung kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks terkait pendaftaran mudik gratis.

Informasi menyesatkan ini umumnya beredar di media sosial dan pesan berantai. Tujuannya untuk mengelabui calon pemudik agar menyerahkan data pribadi sensitif atau bahkan mentransfer sejumlah uang. Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari pembuatan tautan pendaftaran palsu hingga penyalahgunaan logo instansi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna meyakinkan calon korban.

Berikut dua contoh klaim tautan pendaftaran mudik gratis yang beredar dan perlu diwaspadai.

Klaim tautan pendaftaran “Mudik Bersama PLN”

Cek Fakta Liputan6.com menemukan unggahan di Facebook pada 28 Februari 2026 yang mengklaim adanya tautan pendaftaran “Mudik Bersama PLN”. Dalam unggahan tersebut tertulis ajakan mengikuti Program Mudik Gratis 2026 bertajuk “Mudik Aman, Berbagi Harapan” dengan kuota 12.500 orang, serta menyebut pilihan moda transportasi bus, kereta api, pesawat, dan kapal laut dari berbagai kota keberangkatan.

Unggahan itu menyertakan menu pendaftaran yang mengarah ke tautan: https://daftarkansgra-okno10.netlify.app/?fbclid=IwY2xjawQTdqFleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFSeWdoSWd3dXBJeThTaXk5c3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHv0VDeTo7yyz7Dybra02LKJkt7fpt9e5Z5wMgprNz9ut2fuRt5YyXeUlc57U_aem_I3ufcQCeRAR9lycUOeWxGg. Saat dibuka, tautan tersebut mengarah ke halaman situs yang menampilkan formulir digital.

Klaim tautan pendaftaran “Mudik Gratis Lebaran 2026”

Cek Fakta Liputan6.com juga mendapati klaim tautan pendaftaran mudik gratis Lebaran 2026 dalam unggahan Facebook pada 12 Februari 2026. Unggahan itu memuat pengumuman pendaftaran “Program Mudik Gratis Lebaran 2026” dengan pilihan jalur darat, laut, dan udara, serta ajakan mendaftar sebelum kuota terpenuhi.

Dalam unggahan tersebut terdapat menu menuju formulir pendaftaran. Ketika diklik, tautan mengarah ke halaman dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi, seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif.

Maraknya tautan pendaftaran semacam ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati saat menerima informasi mudik gratis, terutama yang meminta data pribadi melalui tautan tertentu dan beredar lewat media sosial atau pesan berantai.