Sejumlah informasi palsu atau hoaks yang dikaitkan dengan pemutusan hubungan diplomatik beberapa negara belakangan ramai beredar di masyarakat. Konten semacam ini menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan, dan sebagian di antaranya menyinggung isu hubungan dengan Israel.
Berikut deretan hoaks yang ditemukan Tim Cek Fakta Liputan6.com:
1) Klaim Brunei Darussalam memutus hubungan diplomatik dengan Israel
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan unggahan yang mengklaim Brunei Darussalam memutus hubungan diplomatik dengan Israel. Unggahan tersebut beredar sejak pekan lalu.
Salah satu unggahan ditemukan di Facebook, diposting pada 12 April 2026. Unggahan itu menampilkan foto Perdana Menteri Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah, bersama Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, disertai narasi: “Sebuah Keputusan Bersejarah! Brunei Resmi Putuskan Semua Hubungan dengan Isr4el! Satu Persatu Negara Mulai Meninggalkan Isrewell.”
Akun yang sama juga menambahkan narasi bahwa Brunei Darussalam “secara resmi mengumumkan pemutusan seluruh hubungan yang tersisa dengan Israel” di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan sebagai bentuk komitmen mendukung keadilan serta solidaritas terhadap masyarakat Palestina.
Namun, klaim tersebut dinyatakan tidak benar.
2) Klaim Maladewa memutus hubungan diplomatik dengan Israel akibat perang Iran-AS 2026
Hoaks lain yang beredar menyebut Maladewa memutus hubungan diplomatik dengan Israel setelah adanya perang Iran-AS pada 2026. Informasi ini disebut beredar sejak pekan ini.
Salah satu unggahan ditemukan di Facebook, diposting pada 10 Maret 2026. Unggahan itu menampilkan foto Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu, dengan narasi: “Maldives resmi memutus hubungan dengan Israel dan melarang semua produk Israel.”
Unggahan tersebut juga menambahkan keterangan bahwa pemerintah Maladewa dilaporkan memutus seluruh hubungan dengan Israel dan memblokir masuknya semua produk Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina, sekaligus mencerminkan sikap politik pemerintah Maladewa di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Tim Cek Fakta Liputan6.com menyatakan klaim tersebut tidak benar.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap informasi yang beredar cepat di media sosial, terutama yang menyangkut isu diplomatik antarnegara. Memeriksa ulang kebenaran informasi sebelum membagikannya dapat membantu mencegah penyebaran hoaks lebih luas.

