Sejumlah unggahan di media sosial kembali menampilkan klaim tautan untuk mengecek status penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) pada 2026. Unggahan tersebut beredar di Facebook dengan narasi yang mendorong warganet segera mendaftar, disertai poster dan tombol “daftar” yang mengarahkan pengguna ke halaman tertentu.
Salah satu unggahan yang ditelusuri muncul pada 10 Februari 2026. Dalam narasinya, akun pengunggah menulis ajakan kepada pekerja untuk segera mendaftarkan diri dengan klaim “BSU 2026 senilai Rp600.000” dan menyertakan poster bertuliskan “Kementerian Ketenagakerjaan menyalurkan Bantuan Subsidi Upah senilai Rp600.000” serta ajakan “cek status” untuk penerimaan BSU.
Pada unggahan tersebut terdapat menu pendaftaran. Saat diklik, pengguna diarahkan ke sebuah halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, mulai dari nama hingga nomor Telegram.
Unggahan serupa juga beredar dengan klaim tautan untuk mengecek status penerima BSU Januari 2026. Postingan yang diunggah pada 12 Januari 2026 itu memuat narasi “cara cek penerima BSU” dan klaim “BSU cair di bulan ini sampai akhir tahun 2026”.
Postingan tersebut menampilkan poster bertuliskan “Bantuan Subsidi Upah Rp950 Ribu” dan ajakan untuk mengecek apakah nama seseorang terdaftar, disertai klaim bahwa penyaluran akan diambil dari data peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Unggahan juga mencantumkan ajakan “klik link pendaftaran resmi” dengan tombol “daftar”.
Ketika tautan pada unggahan itu dibuka, pengguna kembali diarahkan ke situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, termasuk nama dan nomor Telegram.
Hasil penelusuran menyimpulkan bahwa klaim tautan untuk mengecek status penerima BSU 2026 maupun BSU Januari 2026 tersebut tidak benar. Warganet diimbau berhati-hati terhadap tautan yang meminta pengisian data pribadi.

