Sejumlah informasi menyesatkan atau hoaks terkait mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali beredar di media sosial. Salah satu yang terbaru adalah klaim berupa video yang menampilkan Sri Mulyani seolah menyampaikan akan berbagi rezeki kepada masyarakat dengan membagikan uang sebesar Rp 60 juta.
Berdasarkan penelusuran, klaim tersebut tidak benar. Video yang digunakan diambil dari kegiatan Sri Mulyani saat masih aktif menjabat Menteri Keuangan, dan materi video pada unggahan klaim disebut merupakan hasil rekayasa AI.
Selain klaim video bagi-bagi uang Rp 60 juta, terdapat beberapa hoaks lain yang juga sempat beredar dan telah diverifikasi kebenarannya.
1. Klaim video Sri Mulyani berbagi rezeki Rp 60 juta
Unggahan di Facebook pada 31 Maret 2026 menampilkan video yang disertai narasi ajakan berkomentar “amin” agar menjadi pemenang. Dalam unggahan itu juga terdapat menu untuk mengirim pesan. Hasil verifikasi menyimpulkan klaim tersebut tidak benar; video diambil dari kegiatan lama saat Sri Mulyani masih menjabat dan kontennya merupakan hasil rekayasa.
2. Klaim video Sri Mulyani sowan ke Solo usai reshuffle kabinet
Hoaks lain beredar melalui unggahan Facebook pada 10 September 2025. Video tersebut menampilkan Sri Mulyani mengenakan batik cokelat meninggalkan rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), dengan narasi yang menyebut pejabat “ngadu ke Solo” setelah reshuffle. Unggahan itu dikaitkan dengan pergantian posisi Menteri Keuangan pada 8 September 2025. Klaim bahwa video tersebut menunjukkan Sri Mulyani sowan ke Solo usai reshuffle dinyatakan tidak benar berdasarkan hasil penelusuran.
3. Klaim foto rumah Sri Mulyani kebakaran saat dijarah
Pada 31 Agustus 2025, sebuah akun Facebook mengunggah foto bangunan bertingkat yang terlihat terbakar, disertai tulisan “viral rumah ibuk Sri mulyani kebakaran” dan keterangan yang menyebut rumah Sri Mulyani dijarah. Setelah diverifikasi, klaim bahwa foto tersebut adalah kondisi rumah Sri Mulyani yang kebakaran saat dijarah dinyatakan tidak benar.
Rangkaian hoaks ini menunjukkan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, terutama ketika unggahan disertai ajakan berinteraksi atau tautan/fitur pesan yang berpotensi mengarahkan pengguna pada penipuan.

