Jalur Trem di Kota Tua Jakarta Belum Dibangun Kembali, Masih Tahap Kajian

Jalur Trem di Kota Tua Jakarta Belum Dibangun Kembali, Masih Tahap Kajian

Jejak transportasi lama di Jakarta kembali menjadi perhatian seiring munculnya pembahasan tentang jalur trem di kawasan Kota Tua. Sisa rel yang masih terlihat di area tersebut mengingatkan pada peran trem yang pernah menjadi bagian penting mobilitas warga pada masa lalu.

Hingga saat ini, jalur trem di kawasan Kota Tua Jakarta belum dibangun kembali. Informasi itu disampaikan melalui unggahan Instagram LIFESTYLE & FOODISM (@jkt.spot).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut memiliki rencana untuk menghidupkan kembali moda transportasi trem sebagai bagian dari revitalisasi kawasan wisata. Namun, rencana tersebut masih berada pada tahap kajian.

Gubernur Pramono Anung juga menyampaikan bahwa fokus utama saat ini masih pada penyelesaian proyek MRT rute Lebak Bulus–Kota, yang ditargetkan rampung pada awal 2029.

Rencana pengoperasian trem di Kota Tua dikaitkan dengan upaya menghadirkan transportasi ramah lingkungan sekaligus memperkuat daya tarik wisata. Jika terealisasi, trem diharapkan menjadi ikon yang menggabungkan nilai sejarah dengan kebutuhan mobilitas modern di kawasan yang dikenal sebagai pusat peninggalan kolonial dan destinasi wisata populer.

Jakarta sendiri pernah memiliki sistem trem sejak abad ke-19. Pada 1869, trem pertama beroperasi dalam bentuk trem kuda yang ditarik tiga hingga empat ekor kuda. Saat itu, kusir menggunakan terompet sebagai penanda atau “klakson” untuk memberi peringatan di jalan.

Perkembangan berlanjut pada 1881 ketika trem uap mulai digunakan dengan lokomotif, dengan suara yang bising seperti kereta api. Pada masanya, jalur trem membentang cukup luas, dari Pasar Ikan hingga Jatinegara, dengan percabangan menuju Tanah Abang serta rute lain yang melintasi Pasar Baru hingga Matraman.

Keberadaan trem menjadi bagian dari perkembangan transportasi di Batavia sebelum kemudian menghilang seiring perubahan zaman. Kini, wacana menghadirkan kembali trem dipandang sebagai upaya menghidupkan jejak sejarah tersebut dalam bentuk yang lebih modern dan berkelanjutan.