Sejumlah wilayah perkotaan di Israel dilaporkan didatangi kawanan lebah dalam jumlah besar. Kemunculan serangga tersebut mendorong otoritas setempat mengeluarkan peringatan keselamatan publik dan mengimbau warga serta pemilik usaha untuk menutup pintu dan jendela.
Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan lebah berkerumun padat di sekitar bangunan, hinggap di kendaraan yang terparkir, hingga berada di area pintu masuk toko. Media lokal melaporkan kejadian ini terjadi di pusat perdagangan di Netivot, Israel selatan, pada Rabu.
Selain Netivot, laporan juga menyebut kawanan lebah terpantau di beberapa lokasi lain, termasuk area dekat Tel Aviv dan komunitas sekitarnya. Sejumlah warga menggambarkan terdengar “suara dengung yang keras”, sementara beberapa kafe dan toko ritel dilaporkan tutup sementara sebagai langkah pencegahan.
Petugas tanggap darurat dan pejabat pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar tidak mengganggu atau mencoba memindahkan lebah sendiri. Penanganan dilakukan dengan mengerahkan peternak lebah terlatih dan tim lingkungan untuk memindahkan koloni lebah secara aman, bukan memusnahkannya.
Di media sosial, beragam reaksi muncul menyertai unggahan video terkait peristiwa tersebut. Ada pengguna yang membagikan rekaman lain yang menunjukkan lebah bertebaran di langit, sementara komentar warganet menautkan kejadian itu dengan berbagai tafsir, mulai dari anggapan pertanda buruk hingga kritik soal kerusakan lingkungan.
Al Jazeera melaporkan para pakar menduga fenomena ini dapat dipicu berbagai faktor, termasuk stres lingkungan. Menurut laporan tersebut, kejadian di Netivot juga dinilai memberi gambaran mengenai pola berkerumun, tekanan lingkungan, serta cara lebah beradaptasi di kawasan perkotaan.
Peristiwa ini turut memunculkan spekulasi dari sebagian orang yang mengaitkannya dengan rujukan keagamaan. Di tengah beredarnya video dan kutipan di internet, otoritas tetap menekankan langkah keselamatan: warga diminta menghindari kontak langsung dan mengikuti arahan petugas.

