Kementan Data Peternak Terdampak Bencana di Sumatera, Bantuan Disiapkan pada Tahap Pemulihan

Kementan Data Peternak Terdampak Bencana di Sumatera, Bantuan Disiapkan pada Tahap Pemulihan

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan pemerintah akan membantu pemulihan peternakan yang terdampak bencana di Pulau Sumatera. Sebagai langkah awal, Kementerian Pertanian (Kementan) tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap peternak di lokasi bencana.

Menurut Sudaryono, pendataan mencakup identifikasi berbagai jenis ternak yang terdampak, mulai dari ayam, sapi, hingga kambing. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai kondisi di lapangan serta mencegah kerugian yang lebih besar di wilayah terdampak yang luas.

“Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing, kita identifikasi. Ya, kita kan dari sisi peternakan, kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana,” kata Sudaryono, Sabtu (3/1/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan untuk peternakan akan dilakukan setelah tahap penanganan kedaruratan selesai dilaksanakan secara menyeluruh. Saat ini, penanganan masih difokuskan pada fase kedaruratan karena masyarakat terdampak masih membutuhkan bantuan kemanusiaan sebagai dasar menuju proses pemulihan.

“Kalau sekarang ini kan masih kedaruratan jadi orang masih butuh bantuan (kedaruratan seperti logistik dan lainnya),” ujarnya.

Pada tahap pemulihan pascabencana, pemerintah menyiapkan sejumlah program bantuan, termasuk program “Ayam Merah Putih” bagi peternak yang usahanya hancur akibat bencana alam di berbagai daerah di Sumatera. Pemerintah juga menyatakan ketersediaan anggaran untuk membiayai penanganan kedaruratan hingga pemulihan.

“Pada pemulihan pascabencana, salah satu yang ada (program) Ayam Merah Putih. Negara kita mampu, anggaran ada. Jadi rakyat yang terdampak, kedaruratannya dibereskan,” ucap Sudaryono.

Ia menambahkan, pemerintah akan memberikan bantuan untuk memperbaiki usaha peternakan yang mengalami kerusakan. “Nah pemulihan pascabencana nanti siapa yang kemudian merasa hancur, misalnya peternakan yang hancur kita perbaiki, kita kasih bantuan peternakan,” katanya.

Selain sektor peternakan, pemerintah juga berkomitmen memulihkan pertanian dengan memperbaiki sawah yang rusak serta melakukan pencetakan sawah baru bagi petani terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kementan mencatat, berdasarkan pendataan awal, sekitar 70 ribu hektare lahan pertanian terdampak bencana di Sumatera. Dari jumlah tersebut, sekitar 11 ribu hektare dilaporkan mengalami puso akibat kerusakan berat.