Pemkot Mataram Perkuat Penanganan Kemiskinan Ekstrem Berbasis Data dan Wilayah

Pemkot Mataram Perkuat Penanganan Kemiskinan Ekstrem Berbasis Data dan Wilayah

Pemerintah Kota Mataram terus memaksimalkan berbagai sektor untuk menekan angka kemiskinan ekstrem melalui pendekatan terpadu berbasis data dan wilayah. Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menegaskan strategi tersebut merupakan kelanjutan dari pola penanganan yang dinilai telah menunjukkan hasil positif.

Mohan mengatakan, penanganan kemiskinan ekstrem di Kota Mataram tidak dilakukan secara sporadis. Pemerintah, menurutnya, telah memiliki protokol dan prosedur yang jelas, disertai pemetaan yang terukur berdasarkan wilayah dan jumlah sasaran.

“Penanganan kemiskinan ekstrem ini sudah kita petakan, baik berdasarkan wilayah maupun jumlah. Jadi intervensinya tidak parsial, tetapi dibagi sesuai klasifikasi dan ditangani oleh OPD yang memiliki relevansi,” ujarnya, Senin (4/4/2026).

Ia menjelaskan, pembagian peran antar organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi kunci agar program berjalan efektif. Setiap OPD diberi tanggung jawab sesuai bidangnya, sehingga penanganan kemiskinan tidak tumpang tindih dan lebih tepat sasaran.

“Pendekatan ini kita sebar ke seluruh OPD yang terkait dengan penanganan masalah sosial. Dengan begitu, intervensi yang dilakukan bisa lebih fokus dan terukur,” katanya.

Lebih lanjut, Mohan menyebut pola yang diterapkan selama ini telah menunjukkan dampak, terlihat dari tren penurunan angka kemiskinan. Karena itu, pemerintah berkomitmen melanjutkan pola tersebut dan meningkatkan kapasitas program apabila memungkinkan dari sisi fiskal.

“Ukuran keberhasilannya sudah mulai terlihat, artinya pola yang kita gunakan memiliki dampak. Ini yang akan kita lanjutkan, bahkan kita tingkatkan jika kapasitas fiskal memungkinkan,” tegasnya.

Selain penguatan pelaksanaan program, Mohan juga menekankan pentingnya keselarasan kebijakan antara pemerintah daerah dan legislatif. Ia menyatakan, program yang dirancang harus tetap berada dalam koridor kebijakan strategis daerah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kita sudah membangun kesepahaman dengan DPRD, sehingga program yang dijalankan tetap mengacu pada kebijakan strategis dan standar yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui target penurunan angka kemiskinan masih terus dikaji secara detail. Namun, ia memastikan upaya penanganan akan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Kami optimistis penanganan kemiskinan ekstrem dapat berjalan lebih efektif,” kata Mohan.