Film horor Juminten Edan tidak hanya mengandalkan rangkaian adegan mengejutkan untuk membangun ketegangan. Karya ini disebut mendobrak pakem dengan menempatkan seorang perempuan disabilitas sebagai pusat dari seluruh teror yang terjadi.
Pendekatan tersebut membuat Juminten Edan tampil berbeda dari horor pada umumnya, karena isu sosial ikut dihadirkan dan dibawa ke dalam suasana yang menakutkan. Alih-alih sekadar mengejar efek kaget, film ini menempatkan karakter utama sebagai poros cerita sekaligus sumber ketegangan.
Dengan menjadikan perempuan disabilitas sebagai figur sentral, Juminten Edan memunculkan pertanyaan tentang kewarasan yang menjadi tema utama, sekaligus memperluas ruang pembacaan horor ke arah yang lebih sosial. Film ini menyoroti bagaimana teror dibangun bukan hanya dari ancaman luar, tetapi juga dari cara karakter dan situasi diposisikan dalam cerita.

