Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana merespons kritik publik terkait isu viral anggaran penyediaan solusi teknologi informasi untuk Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) serta managed service sarana IT dan IoT senilai Rp1,2 triliun.
Menurut Dadan, pemilihan mitra strategis dan realisasi anggaran pada 2025 dilakukan di bawah pengawasan ketat dan sesuai regulasi, dengan tujuan menjamin keamanan data nasional. Ia menyebut realisasi anggaran saat ini dialokasikan untuk pengembangan aplikasi SIPGN sebesar Rp550 miliar dan penyediaan layanan managed service perangkat IoT sebesar Rp199 miliar.
Menjawab sorotan mengenai penunjukan mitra strategis, Dadan menyatakan keterlibatan Perum Peruri (PERURI) dalam program tersebut merupakan langkah terintegrasi negara. Ia menegaskan PERURI telah bertransformasi menjadi perusahaan teknologi dengan tingkat keamanan tinggi.
“Hal ini sesuai dengan mandat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2019 yang memberikan wewenang kepada PERURI sebagai penyedia solusi digital sekuriti bagi instansi pemerintah,” ujar Dadan di Jakarta, Senin, 20 April 2026.
Dadan menambahkan, penunjukan PERURI juga didasarkan pada status lembaga itu sebagai GovTech Indonesia sesuai Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023. Ia menepis keraguan publik dengan menyoroti rekam jejak PERURI sebagai satu-satunya BUMN Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik (PSrE) berstatus Berinduk di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital serta penyedia sistem Materai Elektronik.
“Seluruh proses kerja sama dengan BGN dijalankan secara transparan, sesuai dengan regulasi yang berlaku, serta mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Kami memastikan tidak ada celah bagi penyimpanan karena ini menyangkut kedaulatan data gizi rakyat Indonesia,” tambah Dadan.
Terkait pertanyaan publik mengenai isu teknis pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), Dadan menyatakan seluruh tahapan administrasi tetap berada dalam koridor hukum.
BGN menyatakan berkomitmen untuk segera mengoperasikan sistem SIPGN dan layanan IoT agar distribusi gizi dapat dipantau secara real-time dan tepat sasaran.

