KOMPAS.com – Sebuah narasi di media sosial yang mengeklaim mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerukan penggulingan terhadap Presiden Prabowo Subianto dinyatakan tidak benar. Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan konten yang beredar merupakan hasil manipulasi.
Narasi tersebut beredar pada pertengahan April 2026. Unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar artikel yang diklaim berasal dari Suara.com dengan judul, “Geger! Anies Baswedan Serukan ‘Gulingkan Prabowo’: Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan”.
Dalam penelusurannya, Tim Cek Fakta Kompas.com memeriksa pemberitaan di laman Suara.com. Hasilnya, tidak ditemukan artikel yang memuat informasi bahwa Anies menyerukan penggulingan terhadap Prabowo.
Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa nama penulis, serta jam dan tanggal terbit yang tertera pada unggahan tersebut identik dengan artikel lain di Suara.com. Artikel yang dimaksud berjudul, “Geger! Saiful Mujani Serukan ‘Gulingkan Prabowo’: Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan”.
Artikel asli itu memuat pernyataan pengamat politik Saiful Mujani yang menilai Prabowo tertutup terhadap kritik dan masukan dari publik. Saiful menyebut tidak ada lagi harapan untuk mengubah pemerintahan dari dalam, sehingga menurutnya jalan yang realistis untuk melakukan perubahan adalah dengan “menjatuhkan Prabowo”. Ia juga mengusulkan konsolidasi masyarakat sipil, aksi massa, serta demonstrasi besar untuk mendorong perubahan politik.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Anies Baswedan menyerukan penggulingan terhadap Presiden Prabowo merupakan hoaks. Tangkapan layar yang beredar memanipulasi judul artikel Suara.com, sementara isi artikel aslinya merujuk pada pernyataan Saiful Mujani.

