Unggahan di media sosial kembali memunculkan narasi yang mengeklaim Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, masih hidup. Dalam unggahan tersebut, informasi mengenai kematian Khamenei disebut hanya sebagai strategi politik.
Narasi itu beredar melalui sejumlah akun Facebook yang membagikan video seorang pria yang membantah kabar kematian Khamenei. Dalam video tersebut, ia menyatakan Iran tidak mungkin mengorbankan pemimpin tertingginya. Video itu disertai keterangan, “Apakah benar imam khamenei masih hidup? Gimana menurut kalian?”
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Tidak ditemukan informasi valid yang menunjukkan Khamenei masih hidup setelah serangan yang dilaporkan terjadi pada 28 Februari 2026.
Menurut laporan AP News, media Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Ali Khamenei meninggal dunia dalam serangan udara yang menargetkan kediamannya. Laporan itu juga menyebut foto satelit dari Airbus memperlihatkan lokasi tersebut mengalami kerusakan besar.
Sementara itu, Aljazeera melaporkan Iran memulai masa berkabung selama 40 hari setelah wafatnya Khamenei. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengutuk pembunuhan yang disebut dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat, serta mengumumkan tujuh hari libur nasional sebagai tambahan dari masa berkabung 40 hari.
Laporan juga menyebut situasi di Teheran menunjukkan massa membanjiri sejumlah jalan ibu kota setelah kabar kematian Khamenei. Aksi protes yang mengecam pembunuhan tersebut turut dilaporkan terjadi di wilayah lain, termasuk Shiraz, Yasuj, dan Lorestan.
Dengan demikian, narasi yang mengeklaim Ayatollah Ali Khamenei masih hidup dinyatakan sebagai kabar tidak benar. Khamenei dilaporkan telah meninggal dunia dalam serangan pada 28 Februari 2026, dan Iran menjalani masa berkabung selama 40 hari.

