Informasi yang menyebut pemerintah menyediakan bantuan mobil murah bagi 50.000 guru beredar di media sosial. Dalam narasi yang sama, turut dicantumkan klaim adanya rumah bersubsidi untuk guru, penempatan guru ASN di sekolah swasta, penyetaraan guru swasta dengan PNS, serta target semua guru bersertifikat pada 2026.
Narasi tersebut beredar melalui sejumlah unggahan di Facebook dan Instagram. Salah satu unggahan yang beredar tertanggal 19 November 2025 menuliskan daftar program yang diklaim sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada guru, termasuk “50 ribu mobil murah buat Guru” dan “20 ribu rumah bersubsidi buat Guru”.
Berdasarkan penelusuran, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memang menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan profesionalisme, kualitas, dan kesejahteraan guru. Namun, tidak ditemukan program bantuan yang disalurkan dalam bentuk mobil murah bagi guru.
Program yang disebutkan pemerintah antara lain penyaluran berbagai tunjangan dan bantuan. Di antaranya, Tunjangan Profesi Guru (TPG) kepada lebih dari 1,4 juta guru, Tunjangan Khusus Guru (TKG) kepada lebih dari 57 ribu guru, serta tambahan penghasilan guru kepada lebih dari 191 ribu guru.
Khusus untuk guru non-ASN, pemerintah juga menyalurkan TPG kepada lebih dari 400 ribu guru, TKG kepada lebih dari 43 ribu guru, bantuan insentif kepada lebih dari 365 ribu guru, serta Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada lebih dari 253 ribu guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal yang belum memiliki sertifikasi profesi.
Untuk tahun berjalan, Kemendikdasmen menaikkan nominal bantuan insentif dari Rp 300.000 menjadi Rp 400.000 per orang per bulan, dengan target penerima 798.905 guru. Selain itu, Program Peningkatan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru disebut masih dilanjutkan.
Meski terdapat berbagai skema tunjangan dan bantuan tersebut, klaim mengenai bantuan mobil murah bagi guru dinyatakan tidak benar. Begitu pula dengan bantuan rumah serta fasilitas lain sebagaimana disebutkan dalam narasi yang beredar.
Dengan demikian, informasi yang menyatakan pemerintah memberikan bantuan mobil murah untuk 50.000 guru merupakan hoaks.

