Sebuah unggahan di Facebook dari akun bernama “Chika Permada” memuat narasi bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gempa megathrust akan terjadi di Indonesia pada 2026. Unggahan tersebut juga menyebut potensi gempa hingga 8,7 magnitudo yang diklaim dapat memicu tsunami.
Hingga Jumat, 6 Maret 2026, unggahan itu tercatat telah disukai lebih dari 1.200 akun, mendapat 444 komentar, dan dibagikan ulang 276 kali. Narasi tersebut memicu kekhawatiran warganet karena diklaim sebagai imbauan resmi dari BMKG.
Berdasarkan penelusuran yang dilaporkan turnbackhoax.id, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo melakukan pencarian dengan kata kunci “BMKG prediksi gempa megathrust 2026” melalui mesin pencari Google. Hasil penelusuran mengarah pada klarifikasi yang disampaikan BMKG melalui akun resmi Instagram dan X.
Dalam klarifikasinya, BMKG menyatakan tidak pernah menyampaikan prediksi waktu pasti terjadinya gempa bumi. BMKG menjelaskan bahwa lembaga tersebut hanya dapat mengidentifikasi potensi sumber gempa berdasarkan kajian ilmiah, namun tidak dapat memastikan kapan gempa akan terjadi.
BMKG juga menegaskan bahwa informasi terkait potensi gempa dan aktivitas seismik akan disampaikan melalui kanal resmi. Dengan demikian, klaim yang menyebut “BMKG memprediksi gempa megathrust dan tsunami 8,7 SR di Indonesia pada 2026” dinilai sebagai konten menyesatkan.

