Sebuah video yang beredar di media sosial memicu kekhawatiran publik setelah memuat narasi bahwa dua siswa sekolah dasar di Aceh meninggal dunia akibat keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dalam video itu juga terlihat dapur penyedia makanan yang disebut-sebut disegel usai insiden tersebut.
Video tersebut diunggah akun Facebook “Rahmat Al Muhajir” pada Senin (2/3/2026). Rekaman menampilkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bireuen, Aceh, yang diklaim disegel karena dua siswa meninggal setelah mengonsumsi MBG. Hingga Kamis (5/3/2026), unggahan itu tercatat telah ditonton 1,8 ribu kali, disukai 18 kali, mendapat 2 komentar, dan dibagikan ulang 10 kali.
Klaim tersebut kemudian menyebar dan memunculkan pertanyaan warganet mengenai keamanan program MBG yang sedang berjalan di sejumlah daerah. Namun, penelusuran pemeriksa fakta menemukan narasi kematian siswa tidak didukung informasi resmi.
Tim pemeriksa fakta Mafindo melalui TurnBackHoax menelusuri video itu dengan pencarian gambar. Hasilnya, video yang sama sebelumnya beredar di TikTok dan membahas penyegelan dapur SPPG di Bireuen terkait kasus keracunan siswa. Meski demikian, tidak ditemukan keterangan yang menyebut adanya siswa meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Penelusuran ke sejumlah pemberitaan media nasional juga mengarah pada klarifikasi Badan Gizi Nasional (BGN). BGN menegaskan kabar dua siswa meninggal akibat keracunan MBG adalah hoaks. Menurut BGN, para siswa yang sempat mengalami gejala keracunan telah mendapatkan perawatan dan kondisi mereka dilaporkan membaik.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.
Berdasarkan rangkaian penelusuran tersebut, klaim dua siswa SD di Aceh meninggal akibat keracunan MBG dinyatakan tidak benar. Video yang beredar hanya memperlihatkan penyegelan dapur layanan makanan, bukan peristiwa kematian siswa.
Masyarakat diimbau untuk memeriksa sumber informasi sebelum membagikan konten yang belum jelas kebenarannya, terutama yang menyangkut isu sensitif seperti kesehatan anak dan program pemerintah.

