Sejumlah unggahan di Facebook menampilkan foto yang diklaim sebagai momen penyelamatan pilot jet tempur F-15 oleh pasukan elite Amerika Serikat di wilayah Iran. Narasi itu beredar dari dua akun berbeda pada 6 April 2026, disertai pujian terhadap operasi penyelamatan yang disebut sangat berbahaya.
Namun, pemeriksaan fakta menunjukkan klaim tersebut tidak benar. Verifikasi yang dilakukan melalui pencarian gambar terbalik, penggunaan peranti pendeteksi akal imitasi, serta penelusuran pemberitaan media kredibel menyimpulkan bahwa foto yang beredar merupakan hasil rekayasa akal imitasi (AI), bukan dokumentasi resmi penyelamatan pilot F-15 yang jatuh di Iran pada Jumat, 3 April 2026.
Dalam perkembangan terkait operasi penyelamatan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan melalui akun Truth Social @realDonaldTrump pada Ahad, 5 April 2026. Ia menyebut awak F-15E yang diselamatkan ditemukan dalam kondisi luka-luka. Keesokan harinya, Trump bersama sejumlah pejabat tinggi pemerintah memberikan keterangan pers di Gedung Putih, sebagaimana dikutip situs airandspaceforces.com. Dalam pernyataannya, Trump menyebut misi tersebut sebagai salah satu operasi penyelamatan tempur terbesar dan paling kompleks.
Krisis bermula pada dini hari 3 April 2026 ketika rudal Iran menghantam pesawat tempur F-15E dengan call sign DUDE 44. Operasi evakuasi melibatkan pengerahan 21 pesawat pada gelombang pertama untuk mengevakuasi kru. Tim penyelamat dilaporkan berhasil mencapai pilot berkode DUDE 44 Alpha dan mengevakuasinya menggunakan helikopter HH-60W di bawah tembakan pasukan Iran.
Sementara itu, prajurit Angkatan Udara kedua yang bertugas sebagai Weapons Systems Officer (WSO) berkode DUDE 44 Bravo dilaporkan mendarat cukup jauh dan mengalami luka parah. Menurut Trump, lokasi tersebut dikepung personel militer Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam dan milisi Basij, yang memburu perwira tersebut. Gelombang penyelamatan kedua melibatkan 155 pesawat yang mencakup pembom hingga jet tempur.
Meski operasi penyelamatan kru F-15E benar-benar terjadi, otoritas militer Amerika Serikat disebut belum merilis foto resmi para kru setelah evakuasi. Foto yang beredar di media sosial justru terindikasi kuat sebagai gambar buatan AI.
Hasil uji menggunakan perangkat Hive Moderation menunjukkan probabilitas 99,9 persen bahwa foto yang menampilkan empat tentara Amerika Serikat dengan latar pegunungan dan helikopter merupakan produk akal imitasi. Peranti AI or Not juga menyimpulkan foto tersebut buatan AI dengan skor 100 persen. Pada versi foto lain dengan latar puluhan pesawat di landasan, Hive Moderation kembali mendeteksi elemen AI sebesar 99,9 persen, sedangkan AI or Not memberi label “Likely AI generated” dengan probabilitas 98 persen.
Indikasi rekayasa juga terlihat dari kejanggalan visual. Meski Trump menyebut perwira yang diselamatkan mengalami luka parah, sosok pilot dalam foto tampak bugar tanpa cedera. Detail lain yang dinilai tidak wajar mencakup pose dan ekspresi yang hampir identik pada seluruh orang dalam gambar, senjata salah satu prajurit yang tampak melayang tanpa tali pengikat atau pegangan tangan, serta ketidakkonsistenan latar belakang pada dua foto yang menampilkan subjek dan pose sama namun seolah berada di lokasi berbeda. Proporsi skala helikopter, pesawat, dan orang di latar belakang juga terlihat tidak sesuai perspektif fotografi.
Dengan demikian, klaim bahwa foto tersebut merupakan dokumentasi penyelamatan pilot F-15 oleh Amerika Serikat di Iran dinyatakan keliru. Foto yang beredar terbukti merupakan hasil rekayasa akal imitasi, sementara otoritas militer Amerika Serikat belum merilis foto resmi kru yang dievakuasi.

